Bupati Jember Faida saat menggelar konferensi pers di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (1/4/2020) siang.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Jember yang memiliki rumah sakit rujukan untuk wilayah Timur Jatim, mendapat bantuan sekitar 300 alat rapid test dari pemerintah pusat. Alat tersebut digunakan untuk melakukan tes awal pada pasien, guna mengetahui positif atau negatif Covid-19.
Hal ini disampaikan Bupati Jember Faida saat menggelar konferensi pers di Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (1/4/2020) siang. Bupati Faida menyampaikan, alat rapid test itu didistribusikan ke RSUD dr. Soebandi.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
"Kita dapat jatah (alat) rapid test (dari pemerintah pusat). Tapi itu hanya sebagai tes awal. Adapun hasilnya (dari penggunaan alat tes tersebut), hanya sebagai tes cepat dan awal," kata Faida saat dikonfirmasi wartawan.
"Sehingga hasilnya pun bisa kurang tepat. Bisa positif palsu atau negatif palsu. Bahkan ada yang beberapa kali tes negatif, kemudian tes terakhir positif," katanya.
Bahkan jika dilakukan tes dengan gejala yang ditunjukkan baru 2 atau 3 hari, lanjut Faida, lebih banyak hasilnya negatifnya, daripada positif.
Menurut Faida, bantuan 300 alat rapid test ini masih kurang untuk memenuhi tim medis. Karena itu, pihaknya akan mengupayakan pengadaan mandiri.
"Dengan keterbatasan jumlah alat rapid test itu, yang mendapat hanya rumah sakit rujukan berdasarkan SK Gubernur. Penggunaan alatnya lebih diprioritaskan kepada (pasien) yang lebih membutuhkan hasil tes tersebut," ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




