Senin, 30 Maret 2020 22:52

Dampak Corona, Pilkades Serentak 175 Desa di Sidoarjo Ditunda

Kamis, 26 Maret 2020 23:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mustain
Dampak Corona, Pilkades Serentak 175 Desa di Sidoarjo Ditunda
KOORDINASI: Rapat Forpimda Sidoarjo yang memutuskan menunda Pilkades Serentak 2020, Kamis (26/3). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pemkab Sidoarjo memutuskan menunda pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang rencananya digelar pada 19 April 2020 nanti.

Pemkab memutuskan menunda Pilkades Serentak di 175 desa di Sidoarjo, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan itu diambil dalam rapat Forkopimda yang dipimpin Wabup Nur Ahmad Syaifuddin, di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (26/3) sore.

Penundaan Pilkades Serentak 2020 ini juga menyikapi surat dari Mendagri terkait saran dan imbauan penundaan Pilkades Serentak, berkaitan dengan penanganan wabah Covid-19 atau Virus Corona.

"Mengingat surat edaran Mendagri, Maklumat dari Kapolri, dan situasi wabah Corona yang belum mereda, maka Pilkades akan kami tunda dengan waktu yang belum kami tentukan pelaksanaannya," cetus Wabup Nur Ahmad usai rapat membahas Pilkades Serentak 2020.

Meski menunda hari H pelaksanaan Pilkades Serentak, tahapan-tahapan Pilkades yang tidak melibatkan banyak orang, bisa diselesaikan. Penundaan Pilkades Serentak 2020 ini juga merujuk surat BNPB yang menetapkan kondisi darurat nasional karena pandemi Covid-19 baru berakhir 29 mei 2020.

Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Sidoarjo Heru Sulthon menerima keputusan Forpimda Sidoarjo menunda pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2020. Dia pun meminta pemkab segera membuat surat penundaan dan segera dikirim ke desa-desa.

"Kami sepenuhnya menerima keputusan dari pemerintah, jika memang pilihan yang terbaik adalah ditunda, maka kita ikuti. Kami minta pemkab segera membuat surat secara resmi dan dikirim ke desa-desa," kata Heru.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menekankan penundaan pilkades didasarkan pada maklumat Kapolri. Dalam maklumat tersebut, satu isinya membubarkan jika ada warga yang berkerumun. Pilkades serentak sangat berpotensi tempat berkumpulnya masyarakat, dikhawatirkan akan berpotensi penyebaran Covid-19.

Kajari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono yang ikut rapat, menyatakan keputusan pemerintah pusat, dalam hal ini Mendagri, yang menyarankan Pilkades Serentak ditunda, sudah melalui perhitungan yang matang dan memikirkan kebaikan yang lebih besar. (sta/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...