Achmad Muzayin Syafrial
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo Achmad Muzayin Syafrial menyoroti pemkab setempat yang dinilai pesimistis dalam menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sidoarjo Tahun Anggaran 2026.
Ia menilai, sikap konservatif pemerintah daerah ini dianggap mencerminkan rendahnya kepercayaan diri birokrasi dalam mengelola ruang fiskal daerah.
BACA JUGA:
- Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo Dorong Revitalisasi Perseroda untuk Ketahanan Pangan
- WFH ASN di Gresik Dimulai Minggu Depan, Dorong Hemat APBD dan Target Efisiensi Capai 50 Persen
- Rencana WFH ASN demi Efisiensi BBM, Anggota DPRD Sidoarjo ini Minta Kajian Matang
- Sambangi Warga Disabilitas, Adiel Kanantha Berikan Kursi Roda
Padahal semangat desentralisasi fiskal menuntut daerah lebih berani dan mandiri dalam mengoptimalkan sumber pendapatan.
Achmad Muzayin Syafrial, yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo, menyebut, proyeksi keuangan yang disusun pemerintah terlalu berhati-hati dan jauh dari semangat otonomi daerah.
“Pertumbuhan PAD pada tahun anggaran 2024-2025 mencapai 34,83 persen. Tapi dalam rancangan APBD 2026, pemerintah hanya menargetkan kenaikan 1,70 persen. Ini menunjukkan pemerintah tidak percaya diri dengan kemampuan fiskalnya sendiri,” cetus Muzayin, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, sikap pesimis tersebut menunjukkan lemahnya komitmen Pemkab Sidoarjo dalam menjalankan prinsip desentralisasi fiskal sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Desentralisasi fiskal itu esensinya keberanian daerah membiayai pembangunan dari potensi yang dimilikinya. Kalau target PAD saja dibuat rendah, berarti pemerintah daerah tidak yakin pada kemampuannya,” jlentrehnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




