Warga RW 04 Songgokerto kompak membuat hand sanitizer berbahan lidah buaya dan daun kemangi.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Tidak ada rotan, akar pun jadi. Peribahasa itulah yang pantas menggambarkan aktivitas warga RW 04 Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, menyikapi kelangkaan hand sanitizer di pasaran saat ini. Sebagai penggantinya, warga memanfaatkan daun kemangi dan lidah buaya sebagai antiseptik dalam menangkal virus corona.
“Untuk mengatasi kelangkaan hand sanitizer di apotek saat ini, kami warga RW.04 Kelurahan Songgokerto yang dibantu Babinkamtibmas Songgokerto Bripka Junaedi Salam mengadakan pelatihan pembuatan hand sanitizer alami berbahan lidah buaya dan daun kemangi," ujar Budi Santoso, S.Pd, Ketua RW 04 Kelurahan Songgokerto kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (18/3).
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Siap Taati Aturan, Pengacara Mikutopia Sebut Amdal Masih dalam Proses
Pelatihan pembuatan hand sanitizer ini berlangsung di kediaman Sutiyo, Ketua RT 03 RW 04 Songgokerto. Pelatihan ini diikuti anggota PKK perwakilan tiap RT.
Seperti diketahui, akibat merebaknya virus corona, termasuk di Jatim saat ini, selain ada kelangkaan masker, juga hand sanitizer. Kalau pun ada, saat ini harga hand sanitizer bisa mencapai Rp 250.000. Padahal harga normal hanya sekitar Rp 38.000.

Budi Santoso mengatakan, langkah pembuatan hand sanitizer alami ini sangat mudah dan praktis. Caranya, pertama-tama memisahkan lidah buaya antara kulit dengan dagingnya. Kemudian potong daging lidah buaya kecil-kecil.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




