Petugas Dinkes Gresik saat memeriksa suhu tubuh Bupati Sambari Halim Radianto menggunakan thermal scanner. foto: ist
"Kami sengaja semprot arel tersebut untuk mencegah virus Covid-19, " terang Bupati, didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol, Reza Pahlevi.
Selain kebijakan itu, lanjut Bupati, Pemkab Gresik akan mengirimkan surat kepada seluruh dunia usaha agar melakukan kewaspadaan terhadap virus Corona.
"Surat ini akan segera kami buat dan akan dikirimkan sebelum siang ini. Untuk anak sekolah, mulai hari ini jam 07.30 kelas siswa sudah harus dipulangkan. Seluruh guru harus meningkatkan kesiapan dan waspada untuk memantau seluruh murid. Telepon genggam harus hidup agar siswa atau orang tua siswa bisa berkomunikasi," imbaunya.
Ia juga mengaku telah memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik yang juga hadir pada apel tersebut, agar melarang siswa di Gresik berkegiatan di luar sekolah atau studi wisata.
"Kalau ada siswa yang sudah terlanjur lakukan studo wisata segera dipulangkan. Kalau benar ada yang studi wisata ke Bali, mereka harus segera kembali. Sekembalinya di Gresik, mereka harus diperiksa oleh dokter. Kemungkinan penutupan tempat wisata, saya akan mengadakan rapat koordinasi dengan beberapa instansi terkait," imbuhnya.
Sementara Wakil Bupati Gresik, Moh. Qosim meminta kepada seluruh peserta apel agar meningkatkan kewaspadaan. "Kalau memang tidak diperkenankan berjabat tangan, memang sebaiknya tidak berjabat tangan. Kalau perlu siapkan hand sanitizer di saku. Hindari kegiatan yang banyak diikuti massa. Kalau dalam beribadah, misalnya sholat Jum’at, kami tidak bisa mengatur atau melarang. Yang jelas kita selalu pasrah dan berdoa agar kita dijauhkan dari penyakit yang berbahaya," pungkasnya. (hud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




