Sabtu, 31 Juli 2021 03:40

Kepala Puskesmas di Jember Ditahan, Tipu Calon Mahasiswa Bisa Kuliah Kedokteran

Kamis, 05 Maret 2020 22:11 WIB
Editor: .
Wartawan: Muhammad Hatta
Kepala Puskesmas di Jember Ditahan, Tipu Calon Mahasiswa Bisa Kuliah Kedokteran
Ilustrasi

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menahan SW (59), seorang dokter yang juga Kepala Puskesmas di Jember yang terlibat kasus penipuan. SW tidak ditahan sendirian. Istrinya, NFB (39) juga ikut ditahan, karena membantu sang suami untuk melakukan penipuan tersebut.

Modus penipuan yang dilakukan, dengan menjanjikan korbannya bisa lolos masuk menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran di salah satu PTN di Jember.

Kedua pelaku langsung dijebloskan ke tahanan, Kamis (5/3/2020) petang. Setelah sebelumnya kasus tersebut ditangani oleh polisi.

"Kami dapat berkas dari penyidik kepolisian. Setelah kita teliti, berkas sudah dinyatakan lengkap untuk dilimpahkan ke persidangan," ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Tohari, saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

BACA JUGA : 

Banyak Warga Tak Patuh Prokes, Pasien Covid-19 di Silo Kabupaten Jember Meningkat

Kabar Mengejutkan, Salah Satu Kades Tersangka Kasus Sabu Sebut Ada Oknum Polres Jember Terlibat

Dipaksa Berbuat Mesum Sambil Direkam, Dua Sejoli di Desa Sumbersalak Jember Diambil HP-nya

Pria Peracik Bahan Peledak di Jember Ditangkap Polisi

Penahanan terhadap kedua tersangka ini, didasari antara lain oleh pertimbangan subyektif penyidik, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP. Antara lain dikhawatirkan pelaku akan melarikan diri; dan merusak barang bukti atau mempengaruhi saksi. Selain itu, tersangka dianggap tidak kooperatif.

"Kemarin sempat pergi ke Jakarta sehingga agak membingungkan kita," sambung Aditya.

Pertimbangan penahanan lainnya, karena antara kedua tersangka dengan korban, belum tercapai perdamaian. "Dalam menegakkan hukum, kita kan harus memperhatikan hati nurani. Tidak saja (perasaan) pelaku, tetapi juga korban. Sebab, uang Rp 450 juta itu cukup besar bagi korban," ungkapnya.

Diketahui dalam menjalankan aksinya, pasangan suami istri (pasutri) ini menjanjikan korbannya bisa jadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran salah satu PTN di Jember.

"Profesinya sebagai dokter, sekaligus Kepala Puskesmas, cukup meyakinkan korbannya untuk percaya. Bahkan kepada korbannya, kedua pelaku minta imbalan Rp 450 juta," ulasnya.

Uang yang diterima pelaku, menurut pengakuannya, hanya Rp 250 juta. "Tapi tetap unsur sudah terpenuhi sesuai KUHP. Sementara uang juga sudah diterima oleh tersangka," papar Aditya.

Namun meski sudah menyerahkan uang yang diminta, nyatanya korban yang merupakan warga Ambulu, tetap gagal diterima di FK pada penerimaan mahasiswa baru tahun lalu. Pihak kampus sendiri sudah dikonfirmasi terkait kasus ini.

"Kedua tersangka kami kenakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukuman paling lama 4 tahun," tegasnya. (ata/yud)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...