Minggu, 05 Juli 2020 11:06

Kepala Puskesmas di Jember Ditahan, Tipu Calon Mahasiswa Bisa Kuliah Kedokteran

Kamis, 05 Maret 2020 22:11 WIB
Editor: .
Wartawan: Muhammad Hatta
Kepala Puskesmas di Jember Ditahan, Tipu Calon Mahasiswa Bisa Kuliah Kedokteran
Ilustrasi

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menahan SW (59), seorang dokter yang juga Kepala Puskesmas di Jember yang terlibat kasus penipuan. SW tidak ditahan sendirian. Istrinya, NFB (39) juga ikut ditahan, karena membantu sang suami untuk melakukan penipuan tersebut.

Modus penipuan yang dilakukan, dengan menjanjikan korbannya bisa lolos masuk menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran di salah satu PTN di Jember.

Kedua pelaku langsung dijebloskan ke tahanan, Kamis (5/3/2020) petang. Setelah sebelumnya kasus tersebut ditangani oleh polisi.

"Kami dapat berkas dari penyidik kepolisian. Setelah kita teliti, berkas sudah dinyatakan lengkap untuk dilimpahkan ke persidangan," ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Tohari, saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Penahanan terhadap kedua tersangka ini, didasari antara lain oleh pertimbangan subyektif penyidik, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP. Antara lain dikhawatirkan pelaku akan melarikan diri; dan merusak barang bukti atau mempengaruhi saksi. Selain itu, tersangka dianggap tidak kooperatif.

"Kemarin sempat pergi ke Jakarta sehingga agak membingungkan kita," sambung Aditya.

Pertimbangan penahanan lainnya, karena antara kedua tersangka dengan korban, belum tercapai perdamaian. "Dalam menegakkan hukum, kita kan harus memperhatikan hati nurani. Tidak saja (perasaan) pelaku, tetapi juga korban. Sebab, uang Rp 450 juta itu cukup besar bagi korban," ungkapnya.

Diketahui dalam menjalankan aksinya, pasangan suami istri (pasutri) ini menjanjikan korbannya bisa jadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran salah satu PTN di Jember.

"Profesinya sebagai dokter, sekaligus Kepala Puskesmas, cukup meyakinkan korbannya untuk percaya. Bahkan kepada korbannya, kedua pelaku minta imbalan Rp 450 juta," ulasnya.

Uang yang diterima pelaku, menurut pengakuannya, hanya Rp 250 juta. "Tapi tetap unsur sudah terpenuhi sesuai KUHP. Sementara uang juga sudah diterima oleh tersangka," papar Aditya.

Namun meski sudah menyerahkan uang yang diminta, nyatanya korban yang merupakan warga Ambulu, tetap gagal diterima di FK pada penerimaan mahasiswa baru tahun lalu. Pihak kampus sendiri sudah dikonfirmasi terkait kasus ini.

"Kedua tersangka kami kenakan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan 378 KUHP tentang penipuan. Ancaman hukuman paling lama 4 tahun," tegasnya. (ata/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...