Sabtu, 28 November 2020 22:56

Megawati-Tomy Winata Gelar Pertemuan Tertutup, PDIP Bantah Ada Lobi

Senin, 22 Desember 2014 23:15 WIB
Megawati-Tomy Winata Gelar Pertemuan Tertutup, PDIP Bantah Ada Lobi
Megawati Soekarnoputri dan Tomy Winata. Foto: detik.com

BangsaOnline-Pengusaha sekaligus Bos Artha Graha Network Tomy Winata (TW) melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Gedung DPP PDIP. Plt Sekjen PDIP Hasto Krisyanto, mengatakan, tak ada urusan lobi-melobi dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan, nampak hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristoyanto. Mereka masuk ke Kantor DPP PDIP sekitar pukul 12.35 WIB. Kemudian sekitar pukul 13.20 WIB, Tomy Winata keluar dari Kantor DPP PDIP. Sementara Megawati dan Hasto tak nampa keluar.

Saat dikonfirmasi perihal pertemuan dengan Mega, Tomy tak banyak berkomentar. Menurutnya, tak ada yang spesial dalam pertemuan. "Intinya hanya makan siang," ucap Tomy.

Setelah itu, Tomy masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Kantor DPP PDIP.

"Pertemuan (Megawati dan TW-red) hanya aksi sosial. Pertemuan kemanusiaan," kata Hasto saat diwawancarai wartawan di Gedung DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (22/12/2014).

Siang itu, TW memang mendampingi Megawati saat meninjau kegiatan Pasar Murah di DPP PDIP. Event itu disponsori penuh oleh Grup Artha Graha Peduli dan Sinar Mas. Hasto mengatakan PDIP yang menjadi inisiator aksi tersebut. Tak ada yang spesial.

"Di PDIP, rakyat ikut bergotong royong, semua bergotong-royong, ada juga pengusaha yang bergotong royong secara langsung. Ini sebuah aksi sosial yang biasa dilakukan. PDIP terbuka terhadap mereka mereka yang ingin bersama dengan PDIP bergotong royong untuk rakyat," jelas Hasto.

Pengusaha umumnya dianggap punya kepentingan jika melakukan pendekatan, khususnya kepada partai penyokong pemerintah seperti PDIP. Apalagi TW adalah salah satu inisiator proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda yang baru saja dibatalkan pemerintah.

Namun Hasto menegaskan tak ada urusan lobi-melobi TW terhadap Megawati dalam pertemuan itu. "
Kita nggak ada lobi-lobi. Salah kalau melakukan lobi-lobi ke PDIP," tegas Hasto.

"PDIP tetap partai yang berdaulat penuh, kita tidak mudah disetir, apalagi oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Kita punya konsepsi membumikan Trisakti itu, sehingga mereka yang datang, sangat naif kalau kemudian dikatakan, untuk menyetir. Sejak dulu kita tidak pernah mudah disetir oleh siapapun. Kecuali oleh kepentingan rakyat," sambung Hasto.

Sumber: detik.com/kanalsatu.com
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: New Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...