Sabtu, 04 Juli 2020 10:13

Jual 'Warisan Terlarang' Sang Kakak, Pria di Blitar Masuk Bui

Jumat, 21 Februari 2020 13:54 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Akina Nur Alana
Jual
9 Tersangka peredaran narkotika saat dipamerkan di Mapolres Blitar Kota, Jumat (21/2).

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Heri Samsudin (28), warga Desa Temanggung Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar diamankan polisi. Dia kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu dan dobel L.

Rupanya barang terlarang yang diedarkan Heri ini merupakan warisan sang kakak bernama Sutris yang telah terlebih dahulu diciduk polisi. Sebelum diciduk polisi, Sutris menyimpan barang bukti sabu-sabu dan dobel L di kandang kambing.

Mengetahui tempat penyimpanan stok sabu-sabu dan dobel L milik kakaknya, Heri lantas mengambil dan mengedarkannya. "Heri ini menjual sabu-sabu dan pil dobel L milik kakaknya yang sudah terlebih dahulu kami amankan," ungkap Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela, Jumat (21/2).

Sementara berdasarkan pengakuan Heri, ia menjual kembali dagangan haram milik kakaknya karena merasa sayang jika sabu-sabu dan dobel L itu tak jadi uang. Padahal sebelumnya, ia pernah mendekam di penjara atas kasus yang sama.

"Sudah saya jual 7 poket sabunya. Kalau dobel L sudah saya jual 700 butir dan masih tersisa 400," kata Heri.

Heri menambahkan, kakaknya mendapatkan sabu-sabu dari jaringan Lapas Madiun. Sementara pil dobel L didapat dari jaringan antar kota di Jatim.

Selain mengamankan Heri, Polres Blitar Kota juga membekuk 9 tersangka lain dalam kasus peredaran narkotika. Para tersangka memiliki berbagai latar belakang.

Selain Heri, ada pula tersangka yang pekerjaan sehari-harinya seorang pencari nira kelapa. Ia mengaku baru kuat memanjat pohon kelapa jika sudah mengonsumsi dobel L. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan adalah 18 poket sabu dengan berat total 8,53 gram. Dan pil dobel L sebanyak 1.830 butir.

"Mereka dijerat Undang-Undang Nomor 35 dan 36 tahun 2009 tentang narkoba dan kesehatan. Ancaman hukumannya bagi pengedar narkoba minimal 15 tahun penjara dan bagi pengedar okerbaya maksimal 5 tahun penjara," pungkasnya. (ina/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...