Kondisi jalan yang terputus akibar terjangan banjir bandang. foto-foto: MUJI/ BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Hujan deras yang yang disusul banjir bandang di lereng Gunung Kelud, tepatnya di wilayah Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ternyata tidak hanya memutus badan jalan di Desa Satak. Tapi, juga menyebabkan longsor di Dusun Puncu Jorang Manggis, Desa Puncu. Meski tidak ada korban jiwa, dampak dari banjir cukup membuat khawatir warga.
Setelah banjir yang merusakkan jalan raya, warga Desa Satak bekerja bakti dengan menguruk bekas lubang aliran banjir dengan batu dan pasir. Sebenarnya warga khawatir, bila terjadi hujan deras lagi, batu dan pasir itu pasti hanyut terbawa banjir.
BACA JUGA:
- Pimpin Apel, Wali Kota Kediri Instruksikan Antisipasi Banjir
- DPC PDIP Kabupaten Kediri Salurkan Sembako untuk Korban Puting Beliung di Besowo
- Dewan Minta Pemkab Kediri Segera Cari Solusi untuk Korban Tanah Longsor di Mojo
- Peduli Korban Tanah Longsor dan Banjir di Mojo, PDIP Kabupaten Kediri Salurkan Bantuan Sembako
"Bila hujan turun dan terjadi banjir lagi, bisa saja batu dan tanah uruk akan terbawa. Tapi kalau tidak diuruk, jalan sangat membahayakan karena lobangnya dalam," kata Parto, warga Desa Satak.
Sementara itu, Kades Puncu Hengki Dwi Setyawan, menjelaskan bahwa hujan deras yang terjadi Minggu sore hingga malam kemarin ini memang sangat lebat sehingga menyebabkan tanah lonsor di Dusun Puncu Jurang Manggis, Desa Puncu, Kec. Puncu.
Menurur Hengki, tanah longsor tersebut berada di tepi jalan dan jalan sempat ditutup takutnya ada pengendara yang mepet ke bahu jalan sehingga bisa membahayakan jiwanya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




