Jumat, 30 Oktober 2020 23:16

Sutiaji Kumpulkan Kepsek Pasca Terjadinya Kasus Kekerasan Siswa, Polisi Naikkan Status ke Penyidikan

Rabu, 05 Februari 2020 20:27 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Sutiaji Kumpulkan Kepsek Pasca Terjadinya Kasus Kekerasan Siswa, Polisi Naikkan Status ke Penyidikan
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberikan pembinaan kepada 200 kepala sekolah di ruang sidang Balai Kota Malang, Rabu (05/02). foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Kepala SMP Negeri atau swasta se-Kota Malang dikumpulkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji di ruang sidang Balai Kota, Rabu (05/02). Mereka mendapatkan pengarahan dan pembinaan dari wali kota, pasca terjadinya kasus bullying yang menimpa MS (13), siswa kelas VII SMPN 16.

Terkait kasus tersebut, Sutiaji menegaskan pihak sekolah akan mendapatkan punishment atau evaluasi sesuai PP 53 tahun 2010, akibat kelalaiannya. “Diknas bersama Inspektorat mesti mengambil langkah kedisiplinan,” tegasnya.

Apalagi, ia menilai informasi yang disampaikan Kepala SMPN 16 kepada Kadisdik beberapa waktu lalu tidak utuh. “Sehingga pernyataan yang disampaikan ke publik tidak sesuai fakta di lapangan,” katanya.

“Langkah berikutnya, kami telah mengeluarkan kebijakan di sekolah agar ada komunikasi dan koordinasi antara wali murid dan pihak sekolah. Wajib dilakukan setiap hari,” pintanya.

Sutiaji juga mengingatkan para kepala sekolah, siswa, maupun wali siswa, agar tak takut melapor seandainya ada peristiwa yang terjadi di sekolah. “Kami akan mencoba membenahi Perda Pendidikan. Khususnya terkait pengaduan ketika terjadi permasalahan di sekolah, mekanismenya seperti apa, jaminan perlindungan terhadap pelapor seperti apa,” tandasnya.

Di sisi lain, Kapolresta Malang Kota Kombes. Pol Leonardus Simarmata menyatakan telah melakukan pemeriksaan lima belas saksi terkait kasus tersebut, termasuk pelaku, dan pihak sekolah.

“Kami nyatakan hari ini, Rabu (05/02), statusnya dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan berdasarkan dua alat bukti, pertama keterangan para saksi, kedua adalah hasil visum,” terang Leonardus.

“Hasil peningkatan status ke penyidikan, bisa jadi dari tujuh pelaku yang diduga melakukan kekerasan. Kami masih memperdalam peranan dari ke tujuh pelaku tersebut. Nanti siapa yang memiliki peran aktif atau pasif,” bebernya.

Disamping itu, Polresta Malang Kota akan melakukan penggalian keterangan lebih dalam lagi terhadap para saksi. “Untuk membantu pemulihan rasa trauma korban, kami memberikan pendampingan psikolog, sampai korban kuat atau pulih kembali mentalnya,” cetusnya. (iwa/thu/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...