Massa Gerakan Reformasi Jember (GRJ) saat long march dari depan Pendapa Wahyawibawagraha, Kecamatan Kaliwates menuju kantor Pemkab Jember.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Reformasi Jember (GRJ) membuktikan janjinya dengan menggelar demo lanjutan, Jumat (24/1). Berkumpul di depan Pendapa Wahyawibawagraha, Kecamatan Kaliwates, Jember, sekitar pukul 13.30 WIB, massa GRJ menggelar unjuk rasa mendesak Bupati Jember Faida untuk turun dari jabatannya.
Dengan membawa sejumlah poster bertuliskan desakan mundur, secara bergantian para pengunjuk rasa itu berorasi. Mereka menuding gaya kepemimpinan bupati perempuan pertama di Jember itu arogan.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
Bahkan, mereka membawa patung berwajah Faida yang bertuliskan "Jember Empire" sebagai bentuk sindirian terhadap kepemimpinan Faida.

"Publik dibius dengan propaganda bahwa Bupati Faida bersih. Maka, jika ada pihak yang mengkritiknya berarti koruptor. Tudingan demikian dibuat masif oleh kroni-kroni Faida, berikut jaringan media abal-abal yang berbayar recehan," kata Korlap Aksi Kustiono Musri saat dikonfirmasi wartawan.
Kustiono menilai seperti itu, karena menurutnya mayoritas kegiatan yang dibuat oleh Pemkab tidak selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah yang telah disusun. Ironisnya, saat program yang melenceng itu dikritisi, Bupati Faida balik menuduh pengkritiknya sebagai penghambat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




