Jumat, 28 Februari 2020 14:50

Ketua DPRD Gresik Optimis Persoalan Dokter Spesialis di RS Umar Mas'ud Segera Klir

Kamis, 23 Januari 2020 15:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Ketua DPRD Gresik Optimis Persoalan Dokter Spesialis di RS Umar Mas
Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani, didampingi tiga pimpinan lainnya ketika memberikan keterangan pers, Kamis (23/1). foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Upaya demi upaya terus dilakukan oleh DPRD Gresik di bawah kendali Ketua DPRD Fandi Akhmad Yani dalam menciptakan layanan kesehatan di RSUD Umar Mas'ud Pulau Bawean semakin baik.

DPRD saat ini sedang melakukan lobi untuk mengisi kekosongan tenaga medis spesialis dan sejumlah peralatan medis yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah berjuluk Pulau Putri ini dalam hal pelayanan kesehatan.

Menurut Gus Yani, sapaannya, selama ini kemegahan bangunan RSUD Umar Mas'ud di Pulau Bawean tak berbanding lurus dengan pemenuhan fasilitas layanan kesehatannya. Kebutuhan kesehatan masyarakat di Pulau Bawean masih banyak yang tak bisa dilayani RSUD Umar Mas'ud.

Hal ini lantaran belum tersedianya peralatan medis memadai, terutama tenaga medis spesialis (dokter spesialis). Pasien pun lebih sering harus dirujuk ke RS di Kota Gresik. Bahkan, Surabaya dan daerah lain.

"Fenomena seperti ini menjadikan kami menetapkan bahwa penanganan RSUD Umar Mas'ud urgent. Makanya, kami prioritaskan penanganannya. Untuk itu, DPRD Gresik saat ini tengah memperjuangkan untuk pemenuhan kebutuhan di RSUD Umar Mas'ud mulai tenaga medis seperti dokter spesialis, alat medis, dan kebutuhan lain," jelas politikus PKB ini.

DPRD telah kordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, Pemprov Jatim, dan Kementerian Kesehatan RI untuk mencari solusi terkait persoalan di RSUD Umar Mas'ud. "Saya dan teman-teman Komisi IV telah melakukan pertemuan dengan OPD terkait. Kami juga telah mengundang Direktur RSUD Umar Ma’sud, dr Tony S. Hartanto untuk mendiskusikan persoalan di RS yang dipimpinnya," ungkapnya.

Hasil hearing, diperoleh informasi bahwa Dinkes dan RSUD Umar Masu’d sudah berupaya maksimal memenuhi kebutuhan dokter spesialis. Sejak RSUD Umar Mas’ud berdiri pada tahun 2018, sudah ada program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) tahap I. "Dinkes saat itu mengajukan ke Kementerian Kesehatan RI 5 dokter spesialis, yakni dokter spesialis anak, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anestesi, dan dokter spesialis kandungan. Namun, saat ini masa kontrak dokter spesialis dalam program WKDS tahap I telah habis. Dinkes talah mengajukan WKDS tahap 2 pada bulan Oktober tahun 2018, namun belum ada jawaban hingga akhir tahun 2018," jelas Yani.

Kemudian, Dinkes pada 4 Januari 2019 kirim surat lagi ke Kemenkes RI. Hasilnya? Kemenkes memberikan jatah 3 dokter spesialis, dokter spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, dan kandungan.

Sayangnya, baru beberapa bulan menjalankan tugas, dokter spesialis kandungan mengundurkan diri. Alasannya, insentif daerah terlalu kecil, yakni hanya Rp 10 juta per bulan sesuai Perbup (peraturan bupati). Dinkes Gresik kemudian mengajukan perubahan perbup, dan bupati menyetujui insentif daerah dinaikkan menjadi sebesar Rp 20 juta per bulan.

"Sayangnya, persoalan baru muncul pada Mei 2019, dengan adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena program WKDS dianggap kerja paksa. Sehingga, diubah menjadi sukarela. Program WKDS yang kalah gugatan di MK akhirnya berubah menjadi Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS). Sehingga kerja dokter spesialis yang sebelumnya wajib, menjadi sukarela. Persoalan demi persoalan yang tengah dihadapi RSUD Umar Mas'ud ini terus kami carikan solusi. Insya Allah secepatnya klir, kami sudah paham pangkal persoalannya," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...