Rabu, 15 Juli 2020 00:27

Aliansi Kota Santri Desak Polisi Segera Tangkap Putra Kiai Pelaku Kekerasan Seksual

Rabu, 08 Januari 2020 13:44 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: Aan Amrulloh
Aliansi Kota Santri Desak Polisi Segera Tangkap Putra Kiai Pelaku Kekerasan Seksual
Ratusan pendemo saat berorasi sambil membentangkan poster di depan Mapolres Jombang. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Kota Santri Lawan Kekerasan Seksual melakukan unjuk rasa di depan Mapolres Jombang, Kamis (08/01/20). Mereka mendesak agar polisi mengusut tuntas kasus kekerasan seksual yang ada di wilayahnya.

Aksi tersebut dilatarbelakangi soal lambannya penanganan kasus kekerasan seksual yang disangkakan ke salah satu pengurus pesantren dan putra kiai, MSA, oleh pihak penyidik Polres Jombang.

Dengan membawa poster bertuliskan tuntutan di antaranya, santri ngaji bukan dicabuli, tenggelamkan pelaku cabul, dan lain sebagainya, ratusan massa yang sebagian besar terdiri dari kaum perempuan tersebut juga melakukan orasi.

Tuntutan mereka tak hanya mengusut tuntas kasus yang melibatkan putra Kiai kharismatik ini. Para pengunjuk rasa juga meminta Kapolres Jombang AKBP Boby P Tambunan melakukan penahanan terhadap MSA.

Selain itu, mereka juga menolak segala upaya yang berkaitan dengan penangguhan penahanan terhadap MSA yang saat ini sudah berstatus sebagai tersangka.

“Kami meminta agar segera menyelesaikan proses penyidikan kasus kekerasan seksual ini, serta pelaku segera ditangkap,” ujar Koordinator aksi sekaligus Direktur Women Crisis Center (WCC) Jombang, Palupi Pusporini.

Selanjutnya, beberapa perwakilan dari pengunjuk rasa dipersilakan masuk kedalam Mapolres Jombang guna dilakukan proses mediasi.

Sementara, Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan menjelaskan hasil perkembangan penyidikan kasus yang menjerat MSA selama ini masih berjalan. Pelaku juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami sudah lakukan pemanggilan yang pertama, namun tersangka tidak datang. Pemanggilan yang kedua sudah kita layangkan juga,” ucapnya usai mediasi dengan para pengunjuk rasa.

Saat disinggung terkait belum ditangkapnya pelaku, padahal pihak kepolisian sudah menetapkan sebagai terangka, Boby mengatakan jika masih ada dugaan korban lainnya.

“Kami mendapat informasi jika ada dugaan korban lainnya, makanya masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Usai menyuarakan tuntutannya, para pengunjuk rasa kemudian membubarkan diri dengan tertib sambil berjalan kaki serta menyuarakan yel-yel. (aan)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...