Senin, 30 Maret 2020 02:17

Cegah Banjir di Kraton, Pemkab Pasuruan Siapkan Dana Rp 90 Miliar untuk Pengerukan Sungai Welang

Senin, 06 Januari 2020 12:03 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ahmad Habibi
Cegah Banjir di Kraton, Pemkab Pasuruan Siapkan Dana Rp 90 Miliar untuk Pengerukan Sungai Welang
Saat banjir menggenangi kawasan Kraton Pasuruan, dimanfaatkan warga menyediakan jasa menyeberangkan motor. foto: tempo

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Untuk mengantisipasi genangan banjir di Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya, Pemkab Pasuruan berencana melakukan pengerukan Sungai Welang. Langkah pengerukan tersebut akan dilakukan pada tahun 2020 ini dengan anggaran yang cukup besar.

Rencana pengerukan tersebut diakui oleh Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Misbah Zunib. Saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, ia menuturkan pemkab sudah mengajukan usulan untuk normalisasi Sungai Welang Kepada Pemerintah Pusat dan Provinsi.

"Sudah ada respons baik," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pengerukan Sngai Welang itu bakal direalisasikan pada 2020. Untuk panjang pengeruan sungai lebih dari dua kilometer, serta dilakukan pelebaran, sehingga daya tampung air lebih besar yang bertujuan memperlancar aliran air pada saat musim penghujan.

“Kondisi Sungai Welang lebarnya antara 15 meter sampai 20 meter. Rencananya akan dilebarkan menjadi sekitar 30 meter. Tujuan pengerukan dan pelebaran sungai tersebut untuk mencegah terjadinya banjir yang setiap tahun,” kata Misbah.

Untuk mewujudkan pengerukan tersebut, lanjut Misbah, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi akan melakukan sharing dalam pendanaan. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai kurang lebih Rp 90 miliar, sekitar Rp 60 miliar akan dibantu oleh pemerintah pusan, sementara dari pemerintah provinsi kurang lebih Rp 30 miliar.

Misbah berharap, pengerukan Sungai Welang bisa menjadi solusi dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah Kraton. Seperti yang diketahui, wilayah Kecamatan Kraton yang berdekatan dengan Sungai Welang kerap terendam banjir. Itu terjadi sebagai imbas luapan Sungai Welang yang tak mampu menampung air hujan.

Misbah juga berharap normalisasi Sungai Welang tidak hanya dilakukan tahun 2020. Karena, Pemkab juga mengusulkan pengerukan di sungai yang sama. “Tentunya, pengerukan yang dilakukan tidak bisa sekali. Mengingat, Sungai Welang cukup panjang. Kami mengusulkan normalisasi lanjutan, pada 2021 untuk sungai welang yang belum dikeruk pada 2020,” pungkasnya. (bib/par)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...