Kamis, 20 Februari 2020 11:39

​Umrohkan 38 Orang JKSN & Muslimat NU, Kiai Asep Penuhi Nadzar Kemenangan Khofifah dan Jokowi

Kamis, 02 Januari 2020 15:45 WIB
Editor: MA
​Umrohkan 38 Orang JKSN & Muslimat NU, Kiai Asep Penuhi Nadzar Kemenangan Khofifah dan Jokowi
Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (pakai jas hitam) bersama sebagian rombongan umroh saat mau berangkat umroh untuk memenuhi nadzar kampanye pilgub dan pilpres di Bandara Juanda Sidoajo Jawa Timur, Kamis pagi (2/1/2020). Tampak juga Nyai Fatimah, Sekretaris PC Muslimat NU Kota Surabaya. foto: BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ulama miliarder Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA ternyata benar-benar memenuhi nadzar kampanyenya saat pemilihan gubernur Jawa Timur dan pemilihan presiden (pilpres). Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu mengumrohkan 38 orang relawan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan Muslimat NU yang telah memenangkan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak dalam pilgub Jatim dan Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada pilpres.

“Sebelumnya sudah ada yang berangkat (umroh) delapan orang. Sekarang 30 orang. Terdiri dari Muslimat NU sembilan orang dan 21 orang JKSN. Jadi semua sudah 38 orang,” tutur Kiai Asep Chalim kepada BANGSAONLINE.com di sela-sela berangkat umroh di Bandar Udara Juanda Sidoarjo, Kamis (2/1/2020).

Menurut dia, semua biaya umroh para relawan itu ia tanggung sendiri secara pribadi. “Tapi ini demi kemenangan Bu Khofifah dan Pak Emil serta Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” kata Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

(Nyai Alif Fadlilah (paling kiri), istri Kiai Asep Saifuddin Chalim dan Ning Zahroh (jilbab hitam), salah satu putrinya, yang kini jadi dokter juga berangkat umroh. foto: BANGSAONLINE.com)

Ia mengakui, saat kampanye pilgub dan pilpres bernadzar di depan massa akan mengumrohkan para relawan dan juga menyembelih sapi di semua kabupaten dan kota Jawa Timur yang memenangkan Khofifah-Emil dan Jokowi-Ma’ruf Amin. Karena itu ia memenuhi nadzarnya. Sebab, kata dia, jika nadzar tak dipenuhi dirinya akan menanggung dosa.

Ia memastikan semua nadzar, baik umroh maupun penyembelihan sapi, akan selesai pada 2020. “Baik umroh maupun penyembelihan sapi akan kita selesaikan tahun ini (2020). Di beberapa kabupaten saya sudah menyembelih sapi,” ungkap Kiai Asep Saifuddin Chalim.

(Dr KH Asep Saifuddin Chalim bersama Nyai Alif Fadlilah, istrinya. Foto: istimewa) 

Ia menjelaskan, awalnya janji atau nadzar umroh itu hanya ditujukan kepada relawan JKSN. “Ya, awalnya saya nadzar mau berangkatkan umroh para relawan JKSN saja. Setiap kabupaten dan kota satu orang. Jadi, kalau seluruh Jatim 38 orang. Sedang untuk Muslimat NU mau saya sembelihkan sapi. Ternyata dalam perkembangannya Muslimat NU juga butuh (umroh). Akhirnya menjadi inspirasi bagi saya untuk memberangkatkan umroh Muslimat NU,” katanya.

Bahkan, kata Kiai Asep, kemudian berkembang tidak hanya kawasan Jawa Timur, tapi juga provinsi lain seperti Lombok, NTB, Semarang, Jawa Tengah, Bandung Jawa Barat. “Jadi, semua kabupaten, kota dan provinsi yang pernah saya datangi untuk kampanye,” kata Kiai Asep.

Para relawan JKSN dan Muslimat NU itu berangkat umroh di bawah bendera KBIH Amanatul Ummah, yaitu yayasan yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Amanatul Ummah pimpinan Kiai Asep Saifuddin Chalim. Pantauan BANGSONLINE.com di Bandara Juanda, Kiai Asep berangkat umroh tidak hanya bersama relawan JKSN dan Muslimat NU. Tapi juga bersama keluarganya, antara lain istrinya, Nyai Alif Fadlilah dan beberapa putra-putrinya yaitu Muhammad Barra (Gus Bara), Ning Zahro dan yang lain.

Sedang dari jajaran JKSN tampak H Abdul Muchit, Ketua Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Jawa Timur, Habib Abu Bakar Bangil, dan yang lain. Dari jajaran Muslimat NU tampak Nyai Lilik Fadlilah, Ketua PC Muslimat NU Surabaya, dan beberapa pengurus Muslimat NU yang lain.

“Ya, ini semua untuk kemenangan Bu Khofifah dan Pak Jokowi,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim yang tak lama lagi akan dikukuhkan sebagai guru besar (profesor).

Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com, Kiai Asep dikenal sebagai kiai miliader tapi sangat dermawan. Ia punya kebiasaan bersedekah sampai ratusan juta bahkan miliaran. Ia berpegang pada hadits “anfiq, unfiq” yang artinya: bersedekahlah, maka Allah akan memberikan lebih banyak dari yang kau sedekahkan.

“Karena itu pondok saya tak pernah mau menerima bantuan dari pemerintah. Istri saya marah kalau saya menerima bantuan dari pemerintah. Karena itu saya hanya berharap bantuan dari Allah saja. Kalau Allah yang bantu saya pasti sangat banyak jumlahnya,” katanya. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...