Senin, 24 Februari 2020 09:05

​Dokter Sukma: Pemimpin Harus Teladani Sifat Humanis Gus Dur

Selasa, 31 Desember 2019 21:50 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Dokter Sukma: Pemimpin Harus Teladani Sifat Humanis Gus Dur
Dokter Sukma Sahadewa, tokoh muda NU. foto: istimewa.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bulan Desember dikenal sebagai bulan Gus Dur, karena pada bulan ini tepatnya tanggal 30 Desember 2009 Presiden RI ke-4 tersebut wafat. Seperti pada tahun sebelumnya, sejumlah pengikut dan pengagum Gus Dur tahun ini mengenang sosok cucu KH. Hasyim Asy'ari itu dalam peringatan haul Gus Dur ke-10.

Sukma Sahadewa, salah satu pengagum Gus Dur mengungkapkan, dirinya mengagumi sosok Gus Dur sebagai tokoh pluralisme. Lebih dari itu, Gus Dur adalah sosok humanis yang menempatkan kemanusiaan di atas segalanya. Karena itu, ia berharap para pemimpin bangsa ini, baik kepala daerah maupun pemimpin nasionalis harus meneladani sifat humanis Gus Dur.

"Kalau pemimpin memiliki sifat humanis, Insya Allah ia akan menjadi pemimpin yang baik. Karena ia menempatkan kemanusiaan di atas segalanya," tutur pria yang akrab disapa Dokter Sukma itu, Selasa (31/12).

Sukma yang saat ini sedang running dalam pilkada Kabupaten Kediri 2020 ini menilai, pembangunan itu tak bisa hanya dilakukan secara fisik dalam bentuk infrastruktur. Pembangunan karakter juga tak kalah penting. Sebab, membangun secara fisik dengan mengabaikan karakter akan menjadikan masyarakat menjadi individual dan apatis.

Bakal calon Bupati Kediri ini menyebut kearifan lokal atau local wisdom, seperti gotong-royong dan tepo seliro harus dipertahankan seiring dengan pembangunan fisik yang terus bergulir.

"Tata kelola tertinggi yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah tata kelola kemanusiaan. Memberantas kebodohan, kemiskinan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat adalah aplikasi dari tata kelola kemanusiaan," urai pria asli Kediri ini.

Kader muda NU yang menggagas Gerakan Bakti Subuh ini menambahkan, Gus Dur bukan hanya pemimpin yang humanis. Tetapi beliau juga adalah pemimpin yang berani. Terbukti Hanya Gus Dur dan Soekarno yang berani datang ke Kediri. Padahal ada mitos kuat siapapun Presiden yang datang ke Kediri akan jatuh atau lengser.

"Saya kira pemimpin ideal itu ada di sosok Soekarno dan Gus Dur. Karena itu, saya akan mengambil pelajaran baik dari kedua tokoh itu bila dipercaya memimpin Kabupaten Kediri," pungkasnya. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...