Kamis, 20 Februari 2020 11:01

Heboh Buku Menjerat Gus Dur, Orang Dekat Yenny Wahid: Muhaimin Iskandar Penjerat Gus Dur Jilid II

Selasa, 31 Desember 2019 13:36 WIB
Editor: Tim
Heboh Buku Menjerat Gus Dur, Orang Dekat Yenny Wahid: Muhaimin Iskandar Penjerat Gus Dur Jilid II
Dr. Imron Rosyadi Hamid. foto: bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Buku berjudul “Menjerat Gus Dur” hasil investigasi Virdika Rizky Utama kini lagi viral, terutama di kalangan NU. Buku yang berasal dari dokumen rahasia Partai Golkar itu membongkar persekongkolan poliltik yang dilakukan Akbar Tanjung, Amien Rais, Fuad Bawazier, Fadel Muhammad, Anas Urbaningrum, Arifin Panigoro (PDIP), dan tokoh HMI yang lain untuk melengserkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi Presiden.

Tak tanggung-tanggung, untuk melengserkan Gus Dur, Fuad Bawazier menyiapkan dana Rp 4 Triliun, termasuk untuk memobiliasi demo mahasiswa, menciptakan instabilitas, dan menyiapkan bom-bom kerusuhan.

Merespons gegap gempita buku “Menjerat Gus Dur” itu, Dr. Imron Rosyadi Hamid, orang dekat Yenny Wahid - putri Gus Dur - mengungkapkan bahwa, persekongkolan politik untuk menjatuhkan Gus Dur, tidak hanya dilakukan Akbar Tanjung Cs, tapi juga dilakukan A Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Muhaimin penjerat Gus Dur jilid II,” kata Imron Rosyadi Hamid yang kini Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Tiongkok dalam rilisnya kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (31/12/2019).

Menurut dia, Gus Dur dikalahkan Muhaimin dalam kasasi MA. “Hanya berselang sebulan dari keputusan Pengadilan Negeri Jaksel, Gus Dur kemudian melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung. Permohonan kasasi Gus Dur melawan Muhaimin Iskandar ini ditolak MA tanggal 22 Juli 2008, melalui keputusan No 441 K/PDT.Sus/2008. KH Abdurrahman Wahid dan kawan-kawan juga dihukum membayar biaya perkara sebesar Rp 500.000,” kata Imron Rosadi Hamid.

Padahal, Gus Dur adalah pendiri PKB dan secara sah Ketua Dewan Syuro PKB. Tapi dikudeta di tengah jalan lewat persekongkolan politik oleh Muhaimin Iskandar dan kroninya.

Kini – kata Imron Rosyadi Hamid – sejarah telah membongkar semua konspirasi elit politik yang mendzalimi Gus Dur. Para elit politik itu mulai menuai kedzalimannya sendiri, termasuk Muhaimin Iskandar. Di antaranya terbongkarnya dugaan korupsi Muhaimin Iskandar yang disinyalir menerima uang Rp 6 miliar dalam kasus korupsi proyek infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR).

Terbongkarnya dugaan keterlibatan Muhaimin Iskandar ini berasal dari pengakuan Musa Zainuddin, mantan anggota DPR RI dari PKB, yang kini mendekam di penjara Sukamiskin Bandung dengan vonis 9 tahun. Musa Zainuddin mengajukan permohonan sebagai justice collaborator (JC) kepada KPK. Ia mengungkap bahwa uang sebesar Rp 6 miliar (dari Rp 7 miliar) hasil kejahatan korupsi di KPUPR itu disetor ke Muhaimin Iskandar lewat Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Umum PKB, atas arahan Helmy Faishal Zaini, Sekjen PBNU yang saat itu ketua Fraksi PKB di DPR RI.

Imron Rosyadi Hamid berharap publik terus mengawal kasus dugaan korupsi Muhaimin Iskandar ini. “Meskipun kita percaya bahwa KPK akan bisa mengungkap secara terang benderang, tetapi publik harus tetap ikut mengawal. Jangan sampai proses penegakan hukum kalah dengan kekuatan politik,” tegas Imron Rosyadi Hamid. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Rabu, 19 Februari 2020 23:52 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji di...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...