Belasan Ojol di Jember Jadi Korban Orderan Fiktif

Belasan Ojol di Jember Jadi Korban Orderan Fiktif Para driver ojol mendatangi toko yang dilakukan order fiktif.

Dengan adanya persoalan ini, Bambang ingin mendapatkan kejelasan dan pertanggungjawaban dari order fiktif tersebut. "Sebagai driver, kami merasa sangat dirugikan karena tidak bisa melakukan order lagi," pungkasnya.

Menurut PIC , Ade Irawan Yulianto, toko yang diduga melakukan order fiktif tersebut memang sudah berulang kali berganti nama. Awalnya merupakan kedai yang menjual tahu petis.

"Tapi pesanan yang diberikan kepada driver tidak pernah sesuai dengan pesanan yang tertera di aplikasi. Hal yang mencurigakan lainnya adalah titik pengambilan dan pengantaran selalu sama, yakni dari Toko Aneka Camilan tersebut, dan sebuah lokasi di Jalan Cempaka, Kecamatan Patrang," jelasnya.

Pihaknya pun masih melakukan pengecekan di sistem agar akun pemesan maupun toko yang terlibat order fiktif ini untuk diblokir. "Toko ini terkadang memanfaatkan promo dari diskon penjualan yang nominal pembelanjaannya di atas Rp 100 ribu, jadi mengambil untung di sana. Tapi drivernya dirugikan. Ini masih kita dalami persoalannya," tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, pemilik toko camilan sedang tidak berada di tempat. Para driver ojek online hanya ditemui seorang pegawainya Dimas.

"Yang kami jual ini camilan, tapi para gojek itu marah-marah, gara-gara performanya turun. Padahal bukan salah kami," kata Dimas.

"Tapi nanti biar menemui pemilik toko saja mas yang bisa menjelaskan," sambungnya. (jbr/yud) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Detik-Detik Pencurian Sepeda Motor di Krian Sidoarjo Terekam CCTV, Pelaku Mengenakan Seragam Ojol':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO