Kamis, 23 Januari 2020 03:54

​Overdosis Isap Lozenges Hingga Kehilangan 4 Anggota Tubuh, tapi Mampu Daki Gunung

Minggu, 08 Desember 2019 22:31 WIB
Editor: Choirul
​Overdosis Isap Lozenges Hingga Kehilangan 4 Anggota Tubuh, tapi Mampu Daki Gunung
Ketika ikut lomba triatlon. foto: mirror.co.uk

BANGSAONLINE.com - Corrine Hutton (49), kehilangan keempat anggota tubuhnya, kerena overdosis menghisap lozenges, untuk meredakan batuk.

Di sela-sela menjalankan bisnisnya sendiri, dan menjadi ibu tunggal untuk anak berusia empat tahun, Corinne Hutton tidak punya waktu untuk jatuh sakit. Karenanya, ketika diserang batuk berkepanjangan enam tahun lalu, dia mengisap beberapa tablet hisap dan berharap membaik.

"Saat itu Juni 2013 ketika saya pergi ke dokter umum setelah batuk selama dua minggu," jelas Corinne, yang berusia 43 tahun yang suka berolahraga. “Saya didiagnosis menderita infeksi dada dan diberi resep antibiotik. Namun beberapa hari kemudian, belum juga sembuh. Saya mulai batuk darah, merasa pusing dan panas. Ibu dan teman saya bersikeras saya harus pergi ke rumah sakit," ceritanya.

Ternyata dia menderita radang paru-paru akut yang dikombinasikan dengan streptokokus Grup B (GBS) yang biasanya tidak berbahaya. Namun, yang dialami Corrine telah berubah menjadi sepsis yang mengancam jiwa. "Saya hanya memiliki peluang lima persen untuk bertahan hidup dan dimasukkan ke dalam Daftar Donor Organ," ungkapnya.

Sementara Rory kecil yang kebingungan dirawat oleh ayahnya, orang tua Corinne bergegas kembali dari liburan di Dubai. Namun Corinne bertahan hidup, dan mulai sadar dalam enam minggu berikutnya.

Dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan nyawanya, Corrine diterbangkan dengan ambulans udara ke Rumah Sakit Glenfield di Leicester dan memakai dukungan kehidupan ekstrakorporeal, untuk membuatnya tetap hidup. Sementara paru-paru dan jantungnya tidak bekerja.

"Tetapi akhirnya saya sangat senang tetap bernafas, setelah tubuh saya berjuang sangat keras. Namun, organ saya seperti tangan dan kaki kekurangan oksigen. Kakiku menjadi ungu dan tanganku seperti balok arang yang kokoh - rapuh dan tidak seperti daging normal. Mereka sudah mati. Itu pada bulan Juli 2013 ketika dokter berbicara kepada asistennya di depan saya. Dokter mengatakan bahwa tangan dan kakiku akan diamputasi minggu depan," katanya.

Selama beberapa minggu berikutnya, Corinne menjalani 13 prosedur medis dalam proses amputasi kedua tangannya, serta kedua kakinya hingga di bawah lutut.

"Saya merasa hancur dan tidak tahu harus mengharapkan apa, atau bagaimana jika saya harus menjaga putra saya. Tetapi saya berusaha untuk ceria padanya. Para perawat membantu saya menyembunyikan 'bagian buruk' saya di balik selimut ketika Rory datang menjenguk," kata Corinne.

"Saya beralih dari hanya memikirkan prosedur selanjutnya dan bertahan hidup, untuk menyadari bahwa inilah saatnya. Ini adalah hidupku. Setelah saya meninggalkan rehabilitasi, saya merasa sendirian untuk pertama kalinya sejak operasi. Tapi keluarga dan teman saya terus di sisiku. Itu adalah dukungan teman sebaya yang hilang. Bertemu orang yang diamputasi lainnya dan merasa orang lain mengerti," tuturnya.

"Saat itulah saya memutuskan untuk memulai kegiatan amal Finding Your Feet. Dan sekarang saya pun bisa melakukan apapun. Dan ikut beberapa pertandingan olahraga, termasuk mendaki gunung,” tukasnya.

Sumber: mirror.co.uk
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Senin, 20 Januari 2020 14:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...