Minggu, 29 Maret 2020 18:02

Dampak Penyesuaian Iuran, Peserta BPJS Kesehatan di Sidoarjo Ada yang Pilih Turun Kelas

Rabu, 04 Desember 2019 01:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mustain
Dampak Penyesuaian Iuran, Peserta BPJS Kesehatan di Sidoarjo Ada yang Pilih Turun Kelas
PAPARAN: Kepala BPJS Kesehatan Sidoarjo Sri Mugirahayu menjelaskan soal penyesuaian iuran JKN-KIS, Selasa (3/12). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Sidoarjo memilih turun kelas seiring bakal berlakunya penyesuaian iuran yang telah diatur di Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Diduga para peserta yang memilih turun kelas ini, karena merasa keberatan dengan penyesuaian iuran tersebut.

Diketahui, dalam Perpres Nomor 75 Tahun 2019 itu, iuran untuk kategori peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau biasa dikenal Peserta Mandiri, yakni Kelas III menjadi Rp 42.000, kelas II menjadi Rp 110.000 dan kelas I menjadi Rp 160.000, dan berlaku mulai 1 Januari 2020.

"Memang ada peserta yang turun kelas, namun hanya Peserta Mandiri. Ada 40-50 peserta tiap hari yang mengajukan (turun kelas) melalui kantor," cetus Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Sidoarjo, Sri Mugirahayu, saat Sosialisasi Perpres Nomor 75 Tahun 2019, Selasa (3/12).

Selain lewat kantor, Peserta Mandiri ini juga mengajukan lewat layanan mobil keliling, dengan jumlah 30-40 orang. "Persentasenya tidak banyak, karena peserta mandiri tidak sampai 200.000 dari 1,6 juta peserta di Sidoarjo," beber Sri.

Peserta yang mengajukan turun kelas itu berlangsung sejak munculnya berita dan kabar terkait penyesuaian iuran JKN-KIS. Peserta JKN yang memutuskan turun kelas mayoritas Peserta Mandiri. Sehingga jumlahnya tidak terlalu banyak karena peserta BPJS Kesehatan Sidoarjo Mayoritas adalah PPU (Pekerja Penerima Upah).

Dari sekitar 1,6 juta peserta BPJS Kesehatan Sidoarjo atau 83 persen dari jumlah penduduk, peserta kategori PPU badan usahanya mendominasi. Jumlahnya lebih dari 500.000 orang peserta.

Bagi BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, keberadaan peserta PPU itu juga menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) tersendiri. "Karena mulai tahun depan peserta kategori ini akan naik kelas 1 semua, lantaran UMK sudah Rp 4,2 juta," urai Sri.

Sri juga menyatakan, adanya penyesuaian iuran itu, kini pihaknya telah menyelesaikan semua tanggungan ke Rumah Sakit. Tunggakan sekitar Rp 150 Miliar yang merupakan angka terbesar selama ini, telah dilunasi pada November 2019 kemarin.

Dan kini pihaknya masih punya tanggungan sekitar Rp 100 Miliar dan angka yang wajar itu juga bakal terselesaikan sebagaimana jadwal. "Jika dihitung rata-rata, tanggungan kami di Sidoarjo sekitar Rp 60 M sampai Rp 70 M setiap bulan," beber Sri Mugirahayu.

Kata Sri, dengan penyesuaian iuran ini, pihaknya berharap pelayanan yang diberikan Rumah Sakit kepada peserta semakin baik. "Kami juga berharap tidak ada defisit lagi. Pembayaran klaim juga tidak terlalu terlambat," harapnya.

Diketahui, peserta JKN-KIS di Sidoarjo sebanyak 1.605.720 jiwa. Saat ini, BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo telah bekerja sama dengan 17 Rumah Sakit, 104 Klinik Pratama, 31 Dokter Praktek Perorangan, 12 Dokter Gigi, 26 Puskesmas, 17 Apotek Rujuk Balik dan 9 Optik. (sta/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...