Butuh Dukungan Semua Pihak, Target Proyek Industri Hulu Migas Jabanusa Sesuai Jadwal

Butuh Dukungan Semua Pihak, Target Proyek Industri Hulu Migas Jabanusa Sesuai Jadwal Kepala SKK Migas Jabanusa, Nur Wahidi pada kegiatan lokakarya Media Periode III SKK Migas Jabanusa-KKKS, Selasa (19/11/2019).

Ditargetkan pada Juni 2021 mendatang, proyek Jambaran Tiung Biru tuntas dan mulai berproduksi. Dari proyek ini, target maksimum sales gas meningkat 10 persen secara nasional atau setara 192 juta kaki kubik per hari.

Selama ini, sebanyak 15 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di kawasan Jabanusa yang sedang menjalankan eksploitasi migas. Selain itu, ada 6 KKKS menjalankan aktifitas eksplorasi.

Posisi Jabanusa dalam lifting migas nasional sangat penting dan jadi backbone. Data 2018 menunjukkan, realisasi lifting minyak dari Jabanusa sebesar 253,822 ribu barel per hari atau mencapai 102,60 persen dari target.

Sementara itu target lifting gas sebesar 753,2 juta kaki kubik per hari. Di tahun 2019, target lifting minyak dari Jabanusa sebesar 258,169 ribu barel per hari dan hingga menjelang berakhir tahun 2019 tercapai 100,87 persen dari target. Untuk target lifting gas dari Jabanusa ditetapkan sebesar 731,3 juta kaki kubik per hari.

Dukungan dari semua pihak itu, tegas Nur Wahidi, sangat dibutuhkan Jabanusa dalam konteks ini, karena sampai sekarang dari monitoring terkait perizinan dan pertanahan di Jabanusa, ada sejumlah masalah yang harus segera diselesaikan.

Misalnya, masalah perizinan nonteknis sebanyak 13, masalah perizinan bahan peledak sebanyak 77, masalah pengadaan tanah sebanyak 5, dan masalah izin pinjam pakai kawasan hutan sebanyak 3.

dan KKKS bekerja untuk kepentingan negara, terutama dalam rangka pemenuhan energi nasional dan pendapatan negara,” katanya mengingatkan.

Kendati menghadapi banyak tantangan tak ringan kegiatan hulu migas secara nasional, hingga kuartal III 2019, capaian lifting gas secara nasional sebesar 1.050 juta kaki kubik per hari, minyak dengan 745 ribu barel per hari. Untuk capaian investasi hulu migas hingga September 2019 sebesar USD 8,4 miliar dan capaian penerimaan negara dari hulu migas sebesar USD 10,99 miliar. (dur/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO