Hanan, koordinator aksi saat mengutarakan kekecewaannya usai paripurna agenda interpelasi.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Damai harus gigit jari setelah menunggu sejak pukul 10.30 hingga pukul 19.00 WIB. Mereka akhirnya kecewa dengan hasil sidang yang digelar DPRD Pasuruan dengan agenda interpelasi terkait tahapan Pilkades serentak.
"Kami menunggu sejak siang hingga sekarang, ternyata hasil interpelasi terkait tahapan Pilkades tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sungguh kami kecewa dengan hasil kinerja DPRD," keluh Hanan. koordinator aksi saat menyampaikan orasinya di depan Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (18/11) malam.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- UMKM Pasuruan Naik Kelas: Komisi II Kawal Digitalisasi Pasar dan Bantuan Modal Pemuda-Perempuan
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
Bahkan usai sidang interpelasi, para anggota DPRD tidak ada yang menemui massa yang telanjur menunggu sejak pagi.
Suasana sempat memanas hingga nyaris terjadi anarkisme. Namun, massa akhirnya bisa menahan diri. "Jika Pilkades gaduh, berarti itulah hasil kebijakan dari Bupati dan DPRD-nya," teriak seorang peserta aksi yang enggan disebut namanya.
Diketahui, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf diwakili Sekda Agus Sutiadji dalam sidang tersebut. Saat dikonfirmasi hasilnya, Sekda tak banyak memberikan penjelasan.
"Saya tidak bisa komentar apapun, karena pesan bapak bupati Jangan berargumen biar tidak berlarut," singkat Agus saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com.
"Nanti ini saya tunjukkan ke bapak Bupati terkait hasil ini," pungkasnya. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




