Senin, 03 Agustus 2020 21:43

Polres Probolinggo Kota Respons Dugaan Pungli di Event Tempo Doeloe

Minggu, 17 November 2019 16:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Polres Probolinggo Kota Respons Dugaan Pungli di Event Tempo Doeloe
Suasana event Probolinggo Tempo Doeloe yang digelar sejak 9-16 November lalu.

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Gonjang-ganjing dugaan pungli di event Probolinggo Tempo Doeloe terus memanas. Event yang digelar sejak 9-16 November 2019 itu tak hanya menuai kritik dari sejumlah kalangan, namun juga mendapat respons dari Polres Probolinggo Kota.

“Jika memang ada temuan yang merugikan negara kita tindak lanjuti,” ujar Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota,” AKP Nanang Fendi Dwi Susanto kepada wartawan, Minggu (17/11).

Menurut dia, untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut, harus ada pihak yang melaporkannya disertai dengan bukti yang otentik. “Dengan adanya bukti itu, kita nanti akan melakukan pemeriksaan dengan memintai keterangan terhadap sejumlah saksi,” katanya.

Hanya saja, AKP Nanang Fendi Dwi Susanto tidak banyak memberikan komentar soal dugaan pungli di event Tempo Doeloe tersebut. Dia menyarankan agar para wartawan menanyakannya langsung kepada Kapolres. “Silakan tanyakan langsung kepada Kapolres,” kilahnya.

Sementara terkait dengan masalah itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Sibro Malisi berencana akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah dinas terkait. RDP itu rencananya akan digelar Senin (18/11) besok.

Telusur data di lapangan menyebutkan, pedagang harus membayar uang jika ingin bisa berjualan di event Tempo Doeloe. Seperti diakui salah seorang PKL, Buyan. “Saya membayar Rp 250 ribu,” ujar pria pemilik odong-odong itu.

Senada dengan Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL), Alifurohman. Saat dikonfirmasi, dia membenarkan adanya dugaan biaya tarikan itu terhadap PKL. “Bahkan ada stan dan lapak bertenda ditarik hingga Rp 1,7 juta,” katanya.

Biaya tarikan itu, menurut Alifurohman dengan alasan untuk biaya pembayaran listrik dan sewa tenda. Tak hanya itu, karcis atau tiket hiburan dan permainan tidak diplong atau diporporasi. “Seharusnya karcis atau tiket itu diporporasi, sehingga Pemkot bisa tahu berapa karcis yang terjual,” pungkasnya. (prb1/ndi)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 30 Juli 2020 21:34 WIB
Oleh: KH. Agoes Ali Masyhuri*Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim yang menyerahkan dana hibah puluhan miliar rupiah kepada Tanoto dan Sampoerna Foundation membuat dua ormas besar Islam Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kecewa dan mundur dari organi...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...