Sabtu, 31 Juli 2021 04:11

75 Persen Peserta Mandiri JKN Jember Pilih Kelas Tiga

Kamis, 14 November 2019 14:51 WIB
Editor: .
Wartawan: Yudi Indrawan
75 Persen Peserta Mandiri JKN Jember Pilih Kelas Tiga
Antokalina, Kepala BPJS Kesehatan Jember.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jember menerima pelayanan masyarakat yang mengajukan turun kelas bagi peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dari kelas 1 dan kelas 2, menjadi kelas 3.

Namun demikian, untuk jumlah data peserta yang melakukan pengajuan tersebut, baru bisa diketahui pada akhir bulan November 2019 ini.

Untuk wilayah Kabupaten Jember, BPJS Kesehatan setempat mencatat, ada sekitar 75 persen peserta mandiri yang memilih fasilitas kelas 3. Sehingga untuk yang mengajukan turun kelas tidak bisa dilakukan lagi.

"Untuk yang mengajukan turun kelas, nanti datanya baru bisa diketahui akhir November ini," kata Kepala BPJS Kesehatan Jember Antokalina, saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (14/11/2019) pagi.

BACA JUGA : 

Bupati Hendy: Bertugas di Tengah Pandemi Covid-19 adalah Panggilan Kemanusiaan

Jember Raih Peringkat Madya di Ajang Penghargaan Kabupaten Layak Anak 2021

7 Pegawai Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kantor PN Jember Lockdown

Pasca-insiden Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Silo, Warga yang Terlibat Akan Di-tracing

Namun demikian, kata Anto, masyarakat Jember peserta mandiri JKN paling banyak memilih fasilitas kelas 3. Sedangkan jumlah peserta mandiri JKN di Jember hanya 13 persen dari total 1,5 juta lebih penduduk yang menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Jadi jika ingin turun lagi, tidak bisa. Sehingga mayoritas peserta tidak menanggung secara langsung beban iuran. Ada yang ditanggung APBN melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar 60 persen, dan 12 persen merupakan peserta PBI dari APBD Jember," jelasnya.

Perlu diketahui, pada 24 Oktober lalu Presiden Jokowi telah mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) No 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpers No 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam regulasi tersebut dijelaskan, iuran BPJS Kesehatan naik 100% per 1 Januari 2020. (jbr1/yud)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...