GRESIK,BANGSAONLINE.com - Tahun telah berganti, saatnya peserta Program JKN melakukan skrining riwayat kesehatan sebagai salah satu upaya promotif pencegahan penyakit berisiko tinggi seperti diabetes, hipertensi, stroke, penyakit jantung, kanker, penyakit paru, hepatitis hingga talasemia.
Skrining ini cukup dilakukan satu kali dalam satu tahun.
“Skrining riwayat kesehatan ini ikut mengambil peran penting dalam menjaga kesinambungan layanan masyarakat. Bukan hanya untuk peserta yang sakit, peserta yang sehat juga justru perlu melakukan skrining agar potensi penyakit dapat terdeteksi lebih dini. Jadi saat ini, peserta yang hendak mengakses layanan kesehatan di FKTP akan dilakukan pengecekan terhadap hasil skrining riwayat kesehatannya,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, Kamis (29/1/2026).
Janoe menyebut tujuan pengecekan ini untuk mempermudah FKTP baik puskesmas, klinik atau dokter praktik perorangan dalam melakukan pemetaan penyakit berdasarkan hasil skrining.
Hasil skrining riwayat kesehatan ini dikatakan Janoe terdiri dari risiko rendah, risiko sedang dan risiko tinggi.
“Jika hasilnya menunjukkan risiko rendah atau sedang, peserta disarankan menjaga pola hidup sehat dan dapat berkonsultasi dengan dokter di FKTP. Sedangkan untuk peserta dengan hasil skrining risiko tinggi untuk dapat melakukan pemeriksaan lanjutan. Dengan begitu, pencegahan bisa dilakukan lebih optimal dan risiko komplikasi dapat ditekan,” tegasnya.
Janoe mengatakan peserta sebaiknya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan sebelum sakit. Banyak cara yang dapat dipilih peserta.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




