“Caranya mudah saja, peserta bisa mengakses Aplikasi Mobile JKN, website resmi BPJS Kesehatan, Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa) di nomor 08118165165, atau langsung melalui petugas di FKTP tempat peserta terdaftar. Peserta hanya perlu mengisi sejumlah pertanyaan terkait riwayat penyakit, keluarga, dan gaya hidup. Dari hal tersebut yang menentukan jenis risikonya,”jelas Janoe.
Manfaat skrining riwayat kesehatan ini dirasakan oleh salah satu peserta di Kabupaten Gresik, Mohammad Evan Jazuri (26).
Ia menceritakan saat dirinya hendak mengakses layanan kesehatan di FKTP, diarahkan untuk melakukan skrining riwayat kesehatan terlebih dahulu.
“Saya pilih cara yang paling praktis, yakni skrining kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Setelah selesai, hasilnya saya risiko tinggi karena saya punya riwayat orang tua yang mengidap penyakit liver dan diabetes. Dengan hasil skrining ini, saya jadi terbantu untuk mengetahui risiko penyakit saya,” kata Evan.
Evan mengatakan bahwa dirinya mendapatkan edukasi dari dokter terkait risiko penyakit terhadap dirinya. Mengingat penyakit diabetes juga bisa karena faktor keturunan.
“Saya diminta untuk menjaga pola makan seperti mengurangi makanan dan minuman manis dan makan maksimal pukul 10 malam. Dokter juga meminta saya untuk menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga. Intinya dengan skrining riwayat kesehatan ini kita bisa jadi lebih aware dengan kesehatan kita, saya juga akan mengajak saudara dan kerabat saya untuk juga melakukan skrining riwayat kesehatan sebelum sakit,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




