Sabtu, 18 Januari 2020 06:50

Fajar Yakin Hakim Tolak Praperadilan Sekda Gresik

Jumat, 08 November 2019 20:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Fajar Yakin Hakim Tolak Praperadilan Sekda Gresik
A. Fajar Yulianto, S.H. (kiri) bersama Hariyadi, S.H. dalam suatu kesempatan. foto: ist.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Fajar Trilaksana, A. Fajar Yulianto, S.H. memiliki analisa berbeda terkait putusan yang akan dieksekusi Hakim Tunggal Rina Indrajanti, S.H. atas praperadilan Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya terhadap Kejari Gresik yang bakal memasuki sidang agenda vonis, Senin (11/11) pekan depan.

Kalau sebelumnya, Kuasa Hukum Sekda, Hariyadi, S.H. meyakini praperadilan yang diajukan kliennya dikabulkan oleh hakim, Fajar Yulianto justru berpendapat hakim akan menolak praperadilan. "Saya punya analisa berbeda. Saya justru meyakini kalau gugatan praperadilan Sekda Gresik akan ditolak," ujar Fajar kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (8/11) malam.

Fajar lantas menyebutkan sejumlah pertimbangan untuk menguatkan dalilnya itu. Di antaranya, dalam gugatan praperadilan Sekda syarat formil belum dilengkapi pemohon (Sekda). "Terlebih, saat sidang praperadilan, prinsipal (Sekda) tidak pernah dihadirkkan oleh kuasa pemohon," tuturnya.

Kemudian, lanjut Fajar, legal standing Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 01 tahun 2018, telah dilanggar oleh pemohon. "Mengapa saya berpendapat demikian? Sebab dalam SEMA dimaksud diatur tersangka yang melarikan diri atau daftar pencarian orang (DPO) tidak diperbolehkan melakukan praperadilan," ungkap Sekretaris DPC Peradi Gresik ini

Menurut Fajar, melarikan diri atau buron tidak dapat didefinisikan secara detail di dalam pengertian hukum acara pidana. Hal ini sebagaimana yang diatur dalam UU. No 8 tahun 1981.

"Di mana buron jelas diartikan sebagai orang dalam pencarian atau populer bahasa penyidik sebagai DPO. Kalau seseorang telah dipanggil penegak hukum secara patut, baik sebagai saksi maupun tersangka dan tidak pernah hadir selama 3 kali, jelas sudah ada itikad tidak mau datang sejak awal panggilan. Ketidakhadiran kesengajaan inilah dapat diklasifikasikan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum. Untuk itu, bisa dikategorikan melarikan diri dan patut ditetapkan dalam DPO," jelasnya.

Pada kesempatan ini Fajar menilai bahwa termohon (jaksa) telah gamblang menjelaskan, menjawab, dan menyampaikan pembuktiannya dalam persidangan.

"Intinya termohon telah menerbitkan Berita Acara Baru dan keterangan saksi diambil bukan dari BAP lama. Hal ini sesuai ketentuan pasal 184 KUHAP, jika penyidik telah menemukan 2 alat bukti yang cukup, maka sah telah menentukan seorang yang dianggap bertanggung jawab secara pidana sebagai tersangka. Putusan M. Mukhtar yang belum inkrahct (kekuatan tetap) hanya sebagai bukti petunjuk pendukung," ungkapnya.

Fajar meyakini Hakim Rina Indrajanti dalam memutus praperadilan Sekda akan mempertimbangkan adagium sikap berhukum. "Jangan kelabui mata yang satu yang melihat dan mendengar langkah semut hitam berjalan di kelamnya malam di atas batu pualam. Artinya apa? Penerapan hukum haruslah bersandar moral, dan orang yang patuh aturan serta hormat penegak hukum tidak akan melawan atau melanggar hukum," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Rabu, 15 Januari 2020 12:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...