Jumat, 13 Desember 2019 04:42

Temuan Mayat yang Dikubur di Bawah Mushola Rumah di Jember, Diduga Karena Motif Asmara

Senin, 04 November 2019 17:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Temuan Mayat yang Dikubur di Bawah Mushola Rumah di Jember, Diduga Karena Motif Asmara
Petugas berjaga di depan rumah Surono, saat proses penyelidikan.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Misteri apakah Surono (51) warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo menjadi korban pembunuhan atau tidak, masih diselidiki oleh polisi. Mayat Surono diketahui dipendam di bawah lantai mushola rumahnya.

Informasi yang dihimpun, Surono menghilang sejak bulan Mei lalu.

Tetangga sekitar, menilai Surono sebagai pribadi yang baik dan ramah dengan warga. Namun sebaliknya, sang istri, Busani (45) diketahui selingkuh sudah lama dengan Jumarin dan terlihat sering keluar berdua.

"Bu Wid (Busani) itu kurang lebih setahunan selingkuh dengan pria yang sekarang (diamankan) di Polsek itu (Jumarin). Semua orang sudah tahu mas," kata Sunarti, tetangga Surono, Senin (4/11/2019) saat dikonfirmasi wartawan.

Wanita yang sebaya dengan Busani itu mengatakan, jika hubungan gelap antara Jumarin dengan Busani sudah banyak diketahui warga. "Sering kalau keluar itu dengan pria itu (Jumarin) apa itu ke pasar, atau pergi entah ke mana. Kalau di rumah saat Pak Surono gak ada, saya tidak tahu. Karena jarak rumahnya jauh dengan warga," sambungnya.

Sunarti dan warga lainnya mengenal Surono sebagai orang yang baik dan ramah. "Semua warga tahu, dan mengenal Pak Surono. Dia orangnya baik, rajin ibadah, tiap Jumat sholat. Banyak juga teman-temannya. Ini semua warga yang datang ke rumahnya ini prihatin dengan yang dialami Surono," katanya.

(Surono semasa hidup)

Pantauan wartawan di TKP, warga banyak yang berdatangan untuk mengetahui secara langsung kebenaran informasi bahwa jasad Surono dipendam di dalam rumah. Bahkan pihak kepolisian pun harus ekstra selalu memberikan peringatan agar warga tidak terlalu dekat dengan TKP karena masih dilakukan proses penyelidikan.

"Bu Wid (Busani) itu orangnya pendiam, jarang bicara. Kalau ketemu hanya di kebun saat panen, bilang kalau Pak Surono minggat, nikah lagi dengan perempuan di Lombok. Tapi kita tahu seperti apa dia," ucapnya dengan mencibir.

Sementara itu menurut salah seorang tetangga lainnya Sugiyanto, Surono memang sering ke luar kota. Sepengetahuan Sugiyanto, Surono biasa ke Bali untuk menjenguk anaknya yang bernama Bahar.

"Apalagi sejak lama gak kelihatan (7 bulan belakangan), saya sering melihat Busani dengan Jumarin orang daerah Petung, Ledokombo sini," katanya.

Apakah Sugiyanto mencium bau perselingkuhan di antara dua orang itu? "Saya tidak tahu pasti, tapi sering sekali. Kasihan Pak Surono. Kita semua di sini teman-temannya. Tahu seperti apa Pak Surono. Orangnya baik," ungkapnya.

Dirinya berharap agar terungkap motif dugaan pembunuhan yang terjadi. "Semoga segera diketahui, apa benar pembunuhan atau bagaimana. Karena Pak Surono orang baik, kalau panen kebunnya, tidak lupa berbagi, kan punya kebun kopi, petai, durian, dan nangka. Selalu berbagi orangnya. Rajin juga kalau ibadah sholat ke masjid dekat sini," katanya.

Senada dengan yang disampaikan Wiryanto, keponakan Surono. Dia mengaku kenal betul sosok paman (Surono) dan bibinya (Busani). "Tapi memang 9 bulan yang lalu saya ketemu Lek (Surono). Kalau dengan bibi (Busani) beberapa minggu yang lalu waktu anak keduanya Fatim melahirkan," ujarnya.

Diketahui olehnya, Fatim anak kedua pasangan Surono dan Busani, 2 bulan belakangan baru pulang dari Malaysia dan beberapa minggu yang lalu melahirkan. "Suaminya ada di Malaysia katanya, nikahnya saya tidak tahu, beberapa minggu lalu melahirkan anaknya itu," katanya.

Terkait hubungan suami istri paman dan bibinya itu, kata Wiryanto, baik-baik saja. "Sejak kecil saya diasuh Lek. Gak pernah cerita apa-apa (apa ada masalah atau tidak), dan ramah orangnya. Kalau lek (Surono) itu ngalah terus (jika tengkar), kalau bibi orangnya pencemburu. Kadang gurau, dan sering bercanda, tapi ya juga pencemburu. Kalau masalah selingkuh saya tidak tahu," ungkapnya.

"Dulu pernah bilang bibi dan Bahar juga bilang, katanya lek menikah lagi di Lombok. Karena Lek sering keluar, seminggu atau sebulan, juga mesti bilang alasannya jenguk Bahar di Bali," sambungnya. (jbr1/yud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 12 Desember 2019 12:27 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Di penghujung tahun 2019, Jawa Timur Park (JTP) 3 Kota Batu kembali menghadirkan theme park terbaru yang tidak kalah menarik dengan theme park lainnya, yakni Milenial Glow Garden (MGG). Obyek wisata Spektakuler Lighting ...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...