Jumat, 14 Agustus 2020 12:23

Polres Malang Kota Gelar Apel Pasukan Persiapan Operasi Zebra Semeru 2019

Rabu, 23 Oktober 2019 10:38 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Iwan Irawan
Polres Malang Kota Gelar Apel Pasukan Persiapan Operasi Zebra Semeru 2019
Kapolres Malang Kota AKBP Doni Alexander memberikan keterangan terkait Ops Zebra Semeru 2019, Rabu (23/10). foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Kapolres Malang Kota AKBP Doni Alexander memimpin apel gelar pasukan dalam rangka persiapan Operasi Zebra Semeru 2019 berlangsung di halaman Mapolres setempat, Rabu (23/10).

Operasi Zebra digelar 14 hari, dimulai Rabu (23/10) hari ini, dan akan berakhir pada tanggal 5 November 2019. Kapolres menjelaskan, ada 8 poin sasaran yang dilakukan penindakan. Yakni, tidak melengkapi surat-surat, tidak pakai sabuk pengaman dan helm, melawan arus atau rambu, dan berkendara kondisi di bawah pengaruh miras, pengendara masih di bawah usia, dan kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai standar.

"Kami menerapkan di lapangan 80 persen penindakan, sisanya 20 persen diterapkan kebijakan diskresi," jelas Kapolres.

Pelaksanaan Ops Zebra Semeru 2019 ini menjadi atensi Kapolda Jawa Timur berdasarkan analisa dan evaluasi dari Ditlantas Polda Jatim. Sebab, angka laka lantas di Jawa Timur dinilai cukup tinggi dan cenderung mengalami peningkatan. Periode awal Januari hingga September 2018, terjadi 18.649 kasus, sedangkan di periode yang sama pada tahun 2019, tercatat sebanyak 19.416 kasus, atau naik sekitar 4.11 persen.

"Meski angka laka lantas naik, namun data pelanggaran lalu lintas di Jawa Timur justru mengalami penurunan. Di periode Januari hingga September tahun 2018 dan 2019, terdapat penurunan 3,67 persen. Kami menilai pelanggarannya didominasi pelanggar marka atau rambu," bebernya.

Sementara untuk Kota Malang sendiri, Kasatlantas AKP Galang Ari mengungkapkan terjadi penurunan laka lantas sebesar 22 persen. Ia menyebutkan, bahwa akibat laka lantas tersebut, angka kematian mencapai 90 lebih di tahun 2018. Sedangkan di tahun 2019 mencapai 66 orang meninggal dunia.

"Penyebab utama laka lantas yang kami himpun, sepanjang penyelengaraan penertiban atau di luar pelaksanaan operasi penertiban, mayoritas melawan arus dan melanggar rambu. Sekaligus didominasi oleh kendaraan roda dua," pungkasnya. (iwa/thu/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...