Jumat, 22 November 2019 06:26

​Diklaim Sepihak, Puluhan Warga Karangasem Tuban Ngotot Pertahankan Tanah Desa

Kamis, 17 Oktober 2019 21:33 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Munif Heri
​Diklaim Sepihak, Puluhan Warga Karangasem Tuban Ngotot Pertahankan Tanah Desa
Warga tampak cekcok dengan perangkat desa terkait tanah desa yang dijual. Wanita berbaju hijau dan kerudung kuning merasa memiliki tanah desa yang dibeli dari seorang oknum perangkat desa.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban terlibat adu argumen dengan salah satu warga karena tiba-tiba mengklaim memiliki sepetak tanah di sekitar Bendungan Kedung Kelir desa setempat, Kamis (17/10).

Hal itu terjadi lantaran puluhan warga desa bersikukuh untuk mempertahankan tanah yang diyakini sebagai tanah milik desa. Di samping itu, di atas tanah seluas 2.500 meter persegi itu juga akan dikembangkan menjadi obyek wisata untuk mendongkrak perekonomian desa.

Namun, rencana pengurus Badang Usaha Milik Desa (BUMDes) itu menuai batu sandungan karena tanah yang akan didirikan warung itu ternyata diklaim salah satu warga yang mengaku memiliki tanah tersebut.

Dia adalah Rumiasih, warga Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak. Dirinya mengklaim telah memiliki sebidang tanah melalui proses jual beli dengan salah satu oknum perangkat desa setempat pada tahun 2012 silam.

"Saya membeli tanah seluas itu dengan harga Rp 5 juta waktu itu, dan ini bukti SPPT-nya juga asli," ungkapnya.

Saat ditemui awak media di Balai Desa Karangasem, Rumiasih menjelaskan jika dirinya telah membeli tanah seluas 2.500 meter persegi itu dengan dibuktikan adanya bukti pembelian yang sah. Bahkan, dirinya menantang semua pihak untuk membuktikan kepemilikan tanah dengan dilakukan uji bukti otentik.

"Tanah itu milik saya dan sah, kok tiba-tiba ada yang mau membangun di situ, ini kan aneh," keluhnya.

Sementara itu pengurus BUMDes Karangasem, Pujiarto saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya berinisiatif membangun warung wisata di tanah sekitaran Waduk Kedung Kiter sebagai pengembangan usaha. Pihaknya tak pernah mengira jika ada pihak yang mengakui telah memiliki tanah itu.

"Ini di luar nalar, seharusnya masalah ini akan kita selesaikan bersama kepala desa, namun beliau tidak ada di tempat, kami dijanjikan sore ini. Kami akan pertahankan tanah itu," tutup Pujiarto.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Ketua BPD setempat, Kholilrohman merespons konflik yang terjadi di desanya dan berjanji akan menjembatani semua pihak dengan mekanisme yang ada.

"Sehubungan tadi Pak Kades sedang ada agenda dinas di luar kantor. Semoga semua bisa diselesaikan dengan musyawarah," tutup Kholil. (tb1/gun)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...