Dalam kesempatan itu, Wabup juga memberikan kesempatan kepada perwakilan aksi demo untuk menyampaikan unek-unek, diwakili oleh siswi atas nama Diyah. Menurut Diyah, dirinya mewakili para siswa dan siswi lainnya menghendaki agar Kepala Sekolah Yatini bisa dipindahj ke tempat lain.
"Saya selaku pelajar termasuk teman-teman sudah tidak nyaman dalam belajar, hal ini akan tetap terjadi jika Kepala Sekolah masih memimpin di sekolah ini," kata Diyah.
Dia mengaku khawatir para siswa-siswi tidak nyaman jika Yatini masih memimpin SMKN 2. Diyah juga menyampaikan sejumlah kebijakan Yatini yang dinilainya sangat aneh. Termasuk, saat melarang sejumlah siswa-siswi tampil dalam Pensi, beberapa waktu lalu.
"Saya ingin berkreativitas yang tak terbatas, tapi saya kok dibatasi oleh aturan yang gak jelas," tegas Diyah dan diamini teman di sekelilingnya.
Hal senada juga disampaikan guru saat berada di ruang rapat bersama Wabup, bahwa mereka juga kurang nyaman atas aturan yang diberlakukan kepada para pelajar.
Karena Kepala Sekolah sendiri tidak hadir, maka akan ada agenda kedua yang akan dijadwalkan lebih lanjut. Dalam pertemuan kedua nantinya Kepala SMKN 2 bisa diharapkan bisa duduk bersama untuk bersama mencari solusi. (bam/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




