Kamis, 20 Februari 2020 20:41

Songsong Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, Mentan Demo Alat Pertanian Super Canggih

Rabu, 09 Oktober 2019 20:59 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Arif Kurniawan
Songsong Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, Mentan Demo Alat Pertanian Super Canggih
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman saat mendemonstrasikan alat mesin pertanian canggih di hadapan para petani se-Kabupaten Kediri. foto: ARIF KURNIAWAN/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman memperlihatkan sejumlah alat mesin pertanian (Alsintan) dengan fungsi teknologi super canggih kepada para petani di Kabupaten Kediri, di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, Kediri, Rabu (9/10).

Pengelolaan sektor pertanian secara moderen tersebut untuk mengimbangi pesatnya kemajuan dunia dan meningkatkan produktivitas pertanian, melalui usaha intensifikasi pertanian dan efisiensi biaya.

Dengan didampingi sejumlah staf, Amran langsung mendemonstrasikan mesin traktor terbaru di lahan sawah Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Selain traktor, ada alsintan lainnya berupa mesin tanam padi tanpa awak, drone penebar benih, serta penyemprot pupuk dan pestisida. 

Drone tersebut bekerja sesuai pola dan alur yang dibuat pada perangkat android dengan panduan GPS. Sementara kemampuannya dapat menebarkan hingga satu hektar lahan dalam waktu 1 jam dengan kapasitas 50-60 kilogram tiap satu hektarna. 

"Penguasaan teknologi sangat penting dalam mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, serta tantangan Revolusi Industri 4.0 di segala bidang," ujar Amran dalam acara Demontrasi Teknologi Mekanisasi 4.0.

Menurut Amran, Indonesia harus berani mengalihkan pola tradisional menuju pola moderen. Pengalihan ini wajib dilakukan untuk mengimbangi pesatnya kemajuan dunia. Meski demikian, kemajuan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan sumber daya manusia yang menguasai mekanisasi. “Sepuluh tahun ke depan teknologi ini akan memudahkan petani. Mereka bisa nanam padi sambil duduk di bawah pohon,” Imbuh Amran.

Lima tahun periode pertama pemerintahan Jokowi JK menurut Amran telah menorehkan sejarah swasembada beras di 2019. Bila dibandingkan dengan tahun 1984, swasembada kali ini ditandai dengan produksi beras nasional yang jauh lebih dari cukup untuk 267 juta jiwa penduduk Indonesia. Konsumsi beras nasional 32,4 juta ton per tahun terpenuhi, tidak ada impor dan gudang Bulog masih menyimpan 2,5 juta ton, dan metode KSA BPS memperkirakan surplus dapat mencapai 5 juta ton di akhir 2019.

Direktur Alat dan Mesin Pertanian Andi Nur Alam menjelaskan, secara spesifik ketahanan baterai drone yang diciptakan mampu beroperasi selama 20 menit dengan kapasitas angkut 6 kilogram hingga 15 kilogram benih padi. 

"Drone sebar benih memberikan efisiensi mau ke mana kamu mau ngajakin ke mana biaya sekitar 75 persen dan efisiensi waktu 75 persen dibanding alsin tanam benih langsung," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga berhasil mengembangkan drone penebar pupuk prill dan drone sprayer untuk aplikasi pestisida. Kedua alat ini memiliki fungsi yang tidak kalah penting karena memberikan efisiensi 75 persen dibanding alat biasa. 

“Kami juga bisa menciptakan robot tanam padi yang bisa difungsikan untuk menanam dengan komunikasi Internet of Thing melalui sarana GPS. Di samping itu, kami memiliki autonomous tractor roda 4 tanpa awak yang juga dikendalikan oleh sistem navigasi berbasis IoT. Ada juga traktor perahu sebagai alat pengolah tanah dengan konsep traktor roda dua,” pungkasnya. (rif/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...