Menteri Pertanian didampingi Wagub Jatim, Bupati Kediri, dan Wali Kota Kediri, saat memberi keterangan ke awak media. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Kebun Jengkol C5 Plosoklaten, Selasa (15/07/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan alokasi dana sebesar Rp1,5 triliun untuk menyerap gula petani sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan keuntungan petani.
BACA JUGA:
- Apresiasi Pertanian di Jawa Timur, Mentan Target Hentikan Impor Gula pada 2026
- Gelar 828 Titik GPM, Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Stabilkan Harga Pangan
- LBH Pers: Gugatan Rp200 Miliar Menteri Pertanian ke Tempo Ancam Kebebasan Pers dan Demokrasi
- Jaga Daya Beli dan Cegah Inflasi, 60 Ribu Ton Beras Disalurkan Pemerintah pada Juli 2025
“Jangan biarkan pengusaha gula rafinasi mengkhianati petani tebu Indonesia. Itu perintah langsung dari Presiden!” ucapnya sembari menyebut berbagai pelanggaran sudah mulai ditindak secara hukum.
Amran juga menyoroti perjuangan panjang dalam solusi permodalan dan regulasi pupuk yang kini hampir rampung. Indonesia telah mencatat stok beras tertinggi sepanjang sejarah, dan kini giliran gula masuk agenda prioritas.
“Target kita 3 tahun ke depan, Indonesia bisa swasembada white sugar. Tidak ada lagi cerita petani plasma susah pupuk, bibit, atau kredit berbunga tinggi,” katanya.
Mentan bahkan menunjuk seorang petani plasma sukses yang mampu panen hingga 236 ton per hektare sebagai bukti bahwa dukungan kebijakan dapat mendorong hasil maksimal.
Amran turut mengingatkan, Indonesia pernah menjadi produsen gula nomor dua dunia sebelum kemerdekaan. Ia menegaskan, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan petani, kejayaan tersebut bisa diraih kembali.
“Kalau dulu kita bisa, kenapa sekarang tidak? Kuncinya: jangan menyerah, jangan minta-minta. Petani itu pejuang!,” ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




