Jumat, 15 November 2019 11:37

Dampak Kemarau Panjang, Potensi Tanah Longsor di Pacitan Cukup Tinggi saat Musim Hujan

Rabu, 02 Oktober 2019 15:35 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dampak Kemarau Panjang, Potensi Tanah Longsor di Pacitan Cukup Tinggi saat Musim Hujan
Kepala Cabang Dinas Kehutanan Pemprov Jatim wilayah Pacitan, H. Wardoyo.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kemarau panjang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir November atau awal Desember nanti. Kondisi tersebut membuat keretakan tanah yang semakin meluas sehingga menjadi biang penyebab terjadinya musibah tanah longsor saat musim penghujan nanti tiba.

Hal ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Kehutanan Pemprov Jatim wilayah Pacitan, Wardoyo dalam siaran persnya. Ia mengatakan, secara teknis hampir sebagain besar kawasan di Pacitan merupakan tanah berjenis litosol atau tanah liat. Karakter tanah semacam ini akan mudah larut ketika terseret air.

"Saat ini tentu banyak lahan-lahan hutan di Pacitan yang mengalami retak-retak lantaran dampak musim kemarau panjang. Retakan inilah yang berpotensi menyerap air hujan semakin tinggi. Kalau sudah begitu, tanah akan mudah meleleh dan larut terseret air. Kondisi inilah yang menyebabkan tanah longsor. Untuk itu, kami imbau masyarakat lebih waspada lagi saat musim penghujan nanti tiba," katanya, Rabu (2/10).

Sebagai OPD teknis di bidang kehutanan, Wardoyo mengaku akan intens melakukan sosialisasi ke masyarakat luas agar saat ini lebih giat menanam kembali pohon kayu-kayuan maupun tanaman konservasi. Begitu pun di kawasan hutan negara, meski terjadi kemarau panjang, langkah penanaman terus dilakukan.

"Harapan kita, dengan banyaknya tanaman kayu-kayuan dan tanaman konservasi, tentu akan menjadi salah satu sarana penghambat terjadinya tanah longsor," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo belum bisa dikonfirmasi media. Saat dihubungi melalui ponselnya, yang bersangkutan belum menjawab. Meski begitu, beberapa waktu lalu ia sempat mengungkapkan kalau saat ini kekeringan masih melanda di 45 titik kawasan di Pacitan. Utamanya belahan Timur dan Barat kota.

Langkah yang dilakukan BPBD saat ini masih konsen melakukan langkah kedaruratan dengan pengiriman air bersih ke kawasan terdampak kekeringan. (yun/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...