Kamis, 21 November 2019 09:44

Tuntut Transparansi Penggunaan Anggaran Wakil Rakyat, Gabungan LSM Datangi DPRD

Senin, 30 September 2019 16:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Habibi
Tuntut Transparansi Penggunaan Anggaran Wakil Rakyat, Gabungan LSM Datangi DPRD
Pegiat LSM Pasuruan saat audiensi dengan pimpinan DPRD.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Berbagai LSM di Kabupaten Pasuruan yang tergabung Fortran (Forum Rakyat untuk Transparansi Anggaran) mendatangi gedung DPRD Pasuruan di kompleks perkantoran Raci, Senin (30/09). Kedatangan mereka untuk menggelar audiensi dengan pimpinan DPRD terkait penggunaan anggaran uang rakyat dan kinerja para wakil rakyat.

Para pegiat LSM yang datang ke gedung dewan tersebut yakni LSM Kipas, LSM Jimat, Garda Pantura, LSM Pusaka, LSM Gaib, dan LSM Lira. Mereja tiba di gedung DPRD pada pukul 10.00 WIB dan langsung ditemui para pimpinan DPRD.

Mengawali audiensi, Ahmad Maulana salah satu perwakilan LSM meminta kepada para anggota dewan agar menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Tranparansi anggaran di DPRD seperti perjalanan dinas, perawatan gedung, serta kendaraan harus mudah diakses masyarakat melalui web khusus," pinta Maulana.

Menanggapi permintaan ini, Ketua DPRD M. Sudiono mengatakan pihaknya mendukung langkah para LSM yang menyuarakan keterbukaan dan transparansi anggaran. Ia menegaskan apa yang sudah dilakukan DPRD bersama dengan eksekutif dalam proses penyusunan kegiatan dan program tidak akan menyimpang  dari ketentuan. "Semua dilaksanakan secara transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi," jelas Dion, sapaan akrab Sudiono.

Audiensi tersebut berjalan lancar, meski sempat diwarnai perbedaan pemahaman terkait tuntutan dari para pegiat LSM mengenai Undang-Undang Keterbukaan Public. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena Ketua DPRD segera mengambil jalan tengah dan mengalihkan pembicaraan.

Terpisah, Lujeng Sudharto, S.H. dari LSM Pusaka meminta kepada pimpinan DPRD dan sekretariat agar melakukan kajian dengan cermat sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan daerah dalam melakukan kegiatan kedewanan seperti kunker. Ia mencontohkan biaya kunker untuk penyusunan atau pembuatan Perda atau untuk peningkatan potensi wisata daerah.

"Informasi yang saya terima, anggaran satu kali kunker anggota Rp 1.750.000. Kalau ini dilakukan sekali dalam sepekan, maka pendapatan 1 orang anggota dewan mencapai 20 juta per bulan hanya dari kunker. Ini uang rakyat yang perlu diawasi bersama-sama," jelas Lujeng. (bib/par)   

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...