Minggu, 22 September 2019 18:05

Kapolres Malang Kota Ultimatum Jajarannya: Jangan Sekali-kali Bermain di Belakang Pelaku Narkoba

Senin, 09 September 2019 18:33 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Kapolres Malang Kota Ultimatum Jajarannya: Jangan Sekali-kali Bermain di Belakang Pelaku Narkoba
Kapolres Malang Kota AKBP Doni Alexander didampingi Kapolsek Blimbing AKP Heri W, Kasatreskoba Iptu Rahmat Satria, dan Kasubag Humas Ipda Ni Made S Marhaeni, menunjukkan BB ribuan pil koplo dan BB lainnya di halaman Mapolres Malang Kota, Senin (09/09). foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Kendati masih beberapa minggu menjabat Kapolres Malang Kota, AKBP Doni Alexander langsung menebar ancaman bagi para pelaku kejahatan, utamanya penyalahgunaan narkoba.

Ia juga mewanti-wanti kepada anggotanya, agar jangan sampai menjadi beking para pelaku narkoba. "Kami telah mengultimatum kepada semua jajaran dalam pengungkapan narkoba, yakni jangan sekali-kali bermain di belakangnya (para pelaku narkoba, Red). Akan saya permainkan sendiri jika ketahuan," tandas mantan Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Jakarta ini saat merilis tangkapan 22 terangka kasus narkoba di halaman Mapolres setempat, Senin (09/09).

Menurut Kapolres, 22 pelaku kejahatan narkoba yang digulung itu merupakan hasil pengungkapan kasus oleh lima Polsek dan Polres Malang Kota sendiri. Dari 22 tersangka itu, diamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu seberat 156,23 gram, ganja 49,03 gram, ekstasi 13 butir, dan pil koplo 638 butir.

Kapolres mengungkapkan, para pelaku narkoba itu kerap beraksi lintas wilayah. "Dikendalikan dari Lapas Madiun untuk dipasok di wilayah Malang. Di antara pelakunya adalah sorang ibu-ibu berinisial S, dibantu seorang pengedar berinisial V. Modus operandinya menggunakan sistem jasa operator, untuk memandu pengedar dan pengepak pil koplonya dari Lapas," tuturnya.

"Kami Polres Malang Kota memberikan peringatan keras kepada pelaku narkoba, khususnya beroperasi di wilayah hukum Polres Malang Kota. Jika sampai nekat beroperasi, sanksi hukumnya sudah menanti," tegas Kapolres.

Selain S dan V, ada satu pelaku pengedar pil koplo yang diamankan, yakni Dodi. Berdasarkan pengakuannya, ia meraup keuntungan Rp 3 juta tiap menjual 100 butir pil koplo. "Saya mengedarkan di seputaran Malang kepada banyak orang. Sasarannya usia 20 sampai 30 tahun," ucap Dodi saat ditanyai Kapolres. (iwa/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...