Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, Wadirkrimsus AKBP Arman Asmara SIK saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolda Jawa Timur Jl A Yani Surabaya, Sabtu (7/9/2019). foto: BANGSAONLINE/ ANATASIA NOVARINA
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ternyata Veronica Koman, tersangka provokasi Asrama Mahasiswa Papua, adalah penerima beasiswa pendidikan S2 dari Pemerintah Indonesia untuk kuliah di luar negeri. Namun ia diduga tidak pernah membuat laporan pertanggung jawaban atas beasiswa S2 yang diterima sejak tahun 2017.
Kapolda menegaskan bahwa sekarang Veronica Koman berada di luar negeri bersama suaminya.
BACA JUGA:
- Wali Kota Batu Nurochman Apresiasi CSR Bank Jatim untuk Beasiswa 1000 Sarjana
- Wisatawan Jatim Naik 31 Persen, Kapolda Jatim Pastikan Pengamanan Tetap Ketat Pasca Operasi Ketupat
- Safari Ramadhan di Mapolda Jatim, Kapolri Jamin Stok BBM Subsidi Aman Jelang Idulfitri
- Panen Jagung di Banyuwangi, Gubernur Khofifah Tegaskan Sinergi Jaga Ketahanan Pangan
"Kami akan melihat minggu depan, ini masih proses penyidikan, jangan sampai kami kesulitan. Yang jelas negara tetangga dan sangat dekat juga, dan banyak melakukan kegiatan kegiatan LSM," kata Kapolda Jatim Irjen Pol luki Hermawan kepada wartawan, termasuk BANGSAONLINE.com, di Mapolda Jawa Timur Jalan A Yani Surabaya, Sabtu (7/9/2019)
Menurut Kapolda, Veronika mendapatkan beasiswa pendidikan magister bidang Hukum.
"Dapat beasiswa dari negara kita dan sekolah mengambil bidang hukum atau S2 hukum," ujarnya. Namun, kata Luki, selama dalam kurun waktu tiga tahun, Veronica Koman tidak pernah memberikan bukti laporan pertanggungjawaban secara formal mengenai penggunaan dana beasiswa tersebut kepada pihak Pemerintah Indonesia.
"Dan yang bersangkutan selama mendapat beasiswa sejak 2017 ternyata tidak pernah aktif atau tidak pernah laporan sebagaimana seorang mahasiswa yang mendapat bantuan Ini," terangnya
Kapolda menjelaskan selama di luar negeri, Veronica Koman hidup bersama suaminya yang belakangan diketahui warga negara asing (WNA) aktif dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). "Dan suaminya juga pegiat LSM sangat aktif dan saat ini kami selalu bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri karena kami akan melibatkan terus," katanya.
Tapi Kapolda enggan menjelaskan berada di negara mana. Ketika wartawan menyebut negara Australia, ia juga tak mau menyebut. "Negara tetangga yang dekat dengan Indonesia. Nanti kita lihat ke depan proses penyidikan," katanya. (ana)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




