Senin, 17 Juni 2019 09:13

Naik Voorijder, Menteri Hanif Dhakiri Jelaskan soal Lompat Pagar

Sabtu, 08 November 2014 16:01 WIB
Editor: m mas'ud adnan
Naik Voorijder, Menteri Hanif Dhakiri Jelaskan soal Lompat Pagar
Menaker Hanif Dhakiri naik Voorijder karena takut telat saat menghadiri acara diskusi di kawasan Menteng Jakarta Pusat. foto: kompas

JAKARTA(BangsaOnline) Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberi penjelasan mengenai aksi lompat pagar saat melakukan inspeksi mendadak di Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Swasta.

"Tempo hari sebenarnya terpaksa saya lompat pagar, karena saya sudah salam, sudah ketok pintunya, saya juga sampai melongok ke dalam minta tolong dan saya sudah setengah mengancam sambil saya bilang 'kalau nggak dibukain saya akan loncat'. Dan ternyata tetap nggak dibuka," kata Hanif Dhakiri, dalam acara diskusi Perspektif Indonesia, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2014).

Sebelumnya, politikus Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan gaya blusukan menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo tak mesti berkorelasi dengan produktivitas kerja. Nurul menegaskan blusukan atau turun ke bawah bisa juga dimaknai sebagai pencitraan. "Saya ingin muntah lihat pejabat yang sering blusukan," kata Nurul di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 November 2014.
Tanpa menyebutkan nama, bekas artis di era 1990-an ini menyebut ada seorang menteri kabinet Jokowi yang melompati pagar ke sebuah penampungan tenaga kerja Indonesia di Tebet, Jakarta Selatan. Ia menyindir Menaker Hanif Dhakiri.

Hanifyang politisi PKB ini mengatakan, ketika usahanya untuk masuk ke tempat penampungan TKI tidak direspon, ia mulai curiga adanya ketidakberesan di tempat tersebut.

"Dalam pikiran saya kalau saya yang dalam posisi saya sebagai menteri untuk masuk nggak bisa, bayangkan kalau orangtua dari para calon tenaga kerja ini mau nengokin anaknya," urainya.

Terlebih ditambahkan Hanif, tempat penampungan calon TKI itu tidak memiliki papan nama perusahaan.

"Itu nggak jelas dan nggak ada plang namanya, sebenarnya kalau menurut ketentuan setiap penampungan (calon TKI) itu harus ada namanya, misalnya PT apa, pagar juga tidak boleh ditutup jadi kelihatan ada aktivitas di dalam," imbuhnya.

Setelah semua usaha tidak membuahkan hasil Hanif pun dengan terpaksa melompati pagar rumah tempat penampungan calon TKI.

"Oleh karena itu terpaksa lah (lompat), Tuhan yang bikin saya itu (lompat pagar). Memang Tuhan yang menunjukkan karena kok ya kebetulan ada motor diparkir di dekat pagar," papar Hanif.

Naik Voorijder

Yang menarik, Hanif Dhakiri datang ke diskusi ini naik voorijder. Ia mengaku terjebak kemacetan Ibu Kota pada Sabtu (8/11/2014) pagi. Padahal pada pukul 09.00 WIB ia sudah harus sampai kawasan Menteng, Jakarta Pusat untuk menjadi pembicara dalam diskusi yang diadakan Smart FM dan Populi Center.

Tiga puluh menit acara berjalan, Menteri Hanif belum juga menampakkan diri di restoran yang menjadi tempat diskusi tersebut. Dan pada saat waktu hampir menuju pukul 10.00 WIB akhirnya politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tiba.

Ternyata, Hanif tiba tidak menumpang kendaraan pribadinya. Ia terlihat dibonceng motor oleh voorijder yang kerap mengawalnya sehari-hari saat menjalani tugas sebagai Menteri.

Hanif yang menggunakan kemeja putih lengan panjang dan celana jins berwarna biru turut mengumbar senyum setibanya di restoran yang menyajikan makanan tradisional Indonesia itu. Kedatangan Hanif pun mengundang perhatian para tamu lain yang berada di restoran itu.

Hanif mengaku, dirinya tidak menyangka akan terjadi kemacetan yang cukup parah di perjalanan dari kediamannya menuju Menteng. Hanif mengatakan, dirinya menduga bahwa pada Sabtu ini tidak terjadi kemacetan karena bukanlah hari kerja.

"Saya tadi berangkat jam sembilan kurang seperempat (08.45 WIB). Berangkat dari Kalibata, macet," tutur Hanif.

Karena macet itu, Hanif pun memutuskan menumpang dibonceng oleh motor polisi yang mengawalnya. "Mutusin naik motor dari Pancoran," tandasnya.

Dalam diskusi yang dihadiri Hanif, turut menjadi pembicara Teguh Juwarno yang merupakan politikus PAN, Ikrar Nusabakti yakni pengamat dari LIPI dan Nico Harjanto pengamat dari Populi Center. Mereka berdiskusi dengan tema 'Setelah Lompat Pagar Itu..'.

Sementara politisi Partai Amanat Nasional, Teguh Juwarno berharap agar aksi blusukan yang dilakukan oleh jajaran menteri di Kabinet Kerja tak hanya sebatas aksi seremonial semata. Aksi blusukan itu diharapkan dapat diteruskan oleh para pejabat terutama pejabat daerah.

“Memang diharapkan dengan adanya gaya blusukan ini, di tingkat daerah dapat ditiru. Jadi jangan hanya membuat laporan saja, tetapi melihat secara langsung kondisi di lapangan,” kata Teguh dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (7/11/2014).

Teguh pun mengapresiasi aksi blusukan yang dilakukan jajaran menteri yang berada di jajaran kabinet Presiden Joko Widodo. Menurut dia, apa yang mereka lakukan sesuai dengan nama kabinet mereka yakni Kabinet Kerja.

“Apa yang dilakukan para menteri ini tentu merupakan angin segar yang harus dilanjutkan. Ini memberikan sinyal positif bahwa ini adalah Kabinet Kerja,” kata dia.

Meski begitu, ia mengingatkan, bahwa aksi blusukan itu tak hanya sebatas show off. Perlu ada formulasi kebijakan yang diambil pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama paska blusukan dilakukan.

Seperti diberitakan, sejumlah menteri mulai turun ke lapangan untuk mengecek kinerja jajarannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka diantaranya Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sumber: inilah.com/tempo.co.id/kompas.com
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...