Senin, 18 November 2019 02:39

TPS Sampah Kabupaten Pasuruan Overload, Pemkab Berharap Program SDSB Jadi Solusi

Rabu, 21 Agustus 2019 12:04 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ahmad Habibi
TPS Sampah Kabupaten Pasuruan Overload, Pemkab Berharap Program SDSB Jadi Solusi
TPA Kenep di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Tingginya volume sampah rumah tangga yang dibuang di TPA Kenep Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan menjadi perhatian Pemkab Pasuruan. Program SDSB (Satu Desa Satu Bank Sampah) yang diluncurkan diharapkan jadi salah satu solusi.

Melalui Bank Sampah, desa-desa diajari cara mengelola sampah secara mandiri oleh tim fasilitator. Dengan adanya program tersebut, diharapkan sampah rumah tangga bisa dikelola sendiri sehingga volume di TPA tidak penuh.

"Jika sampah dikelola dengan baik, maka akan memberikan nilai ekomonis bagi masyarakat juga," ujar Plt Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan Indra Hernandi pada BANGSAONLINE.com.

Seperti diketahui, lahan di TPA Kenep yang dipergunakan untuk penampungan sampah tersebut saat ini sudah dianggap overload. Data yang dimiliki BANGSAONLINE menyebutkan, volume sampah dibuang di TPA Kenep mencapai 65.000 ton/hari.

Terkait hal ini, Indra Hernandi menyebutkan permasalahan sampah tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasuruan, tetapi di semua Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

"Masalah sampah tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, tapi semua pihak harus terlibat aktif untuk melakukan penanganan sampah," jelasnya.

Selain SDSB, upaya yang dilakukan Pemkab Pasuruan pada tahun 2019 untuk mengurangi volume sampah yakni dengan pembangunan TPS3R. Program ini untuk penanganan sampah rumah tangga dengan konsep pengolahan, pemilahan, dan pendaur-ulangan sampah. Saat ini jumlah TPS3R yang dimiliki Kabupaten Pasuruan 40 lokasi.

Pada tahun ini, Pemkab Pasuruan juga mendapat bantuan kementrian PU Pera, yakni 6 unit TPS3R dengan total anggaran Rp 3 miliar. Rencananya akan dibangun di Kecamatan Puspo, Pohjentrek, Beji dan Purwosari, dan dua titik di Prigen.

Untuk teknis pelaksanaan pembangunan TPS3R itu tidak dilakukan secara kontraktual seperti pada tahun sebelumnya, akan tetapi pembangunan akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat penerima program.

"Untuk pelaksanaan pembangunan ditangani oleh masyarakat atau desa penerima program," jelasnya. (bib/par)  

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Minggu, 17 November 2019 01:29 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...