Sabtu, 21 September 2019 14:48

TPS Sampah Kabupaten Pasuruan Overload, Pemkab Berharap Program SDSB Jadi Solusi

Rabu, 21 Agustus 2019 12:04 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ahmad Habibi
TPS Sampah Kabupaten Pasuruan Overload, Pemkab Berharap Program SDSB Jadi Solusi
TPA Kenep di Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Tingginya volume sampah rumah tangga yang dibuang di TPA Kenep Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan menjadi perhatian Pemkab Pasuruan. Program SDSB (Satu Desa Satu Bank Sampah) yang diluncurkan diharapkan jadi salah satu solusi.

Melalui Bank Sampah, desa-desa diajari cara mengelola sampah secara mandiri oleh tim fasilitator. Dengan adanya program tersebut, diharapkan sampah rumah tangga bisa dikelola sendiri sehingga volume di TPA tidak penuh.

"Jika sampah dikelola dengan baik, maka akan memberikan nilai ekomonis bagi masyarakat juga," ujar Plt Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan Indra Hernandi pada BANGSAONLINE.com.

Seperti diketahui, lahan di TPA Kenep yang dipergunakan untuk penampungan sampah tersebut saat ini sudah dianggap overload. Data yang dimiliki BANGSAONLINE menyebutkan, volume sampah dibuang di TPA Kenep mencapai 65.000 ton/hari.

Terkait hal ini, Indra Hernandi menyebutkan permasalahan sampah tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasuruan, tetapi di semua Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

"Masalah sampah tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, tapi semua pihak harus terlibat aktif untuk melakukan penanganan sampah," jelasnya.

Selain SDSB, upaya yang dilakukan Pemkab Pasuruan pada tahun 2019 untuk mengurangi volume sampah yakni dengan pembangunan TPS3R. Program ini untuk penanganan sampah rumah tangga dengan konsep pengolahan, pemilahan, dan pendaur-ulangan sampah. Saat ini jumlah TPS3R yang dimiliki Kabupaten Pasuruan 40 lokasi.

Pada tahun ini, Pemkab Pasuruan juga mendapat bantuan kementrian PU Pera, yakni 6 unit TPS3R dengan total anggaran Rp 3 miliar. Rencananya akan dibangun di Kecamatan Puspo, Pohjentrek, Beji dan Purwosari, dan dua titik di Prigen.

Untuk teknis pelaksanaan pembangunan TPS3R itu tidak dilakukan secara kontraktual seperti pada tahun sebelumnya, akan tetapi pembangunan akan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat penerima program.

"Untuk pelaksanaan pembangunan ditangani oleh masyarakat atau desa penerima program," jelasnya. (bib/par)  

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...