Sabtu, 21 September 2019 10:32

​AKBP Akik Subki, “Perwira NU” yang selalu Bertemu HARIAN BANGSA

Sabtu, 17 Agustus 2019 07:53 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Tim
​AKBP Akik Subki, “Perwira NU” yang selalu Bertemu HARIAN BANGSA
AKBP Akik Subki, Kasubdit III Ditintelkam Polda Jatim. foto: BANGSAONLINE.COM

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Penampilan AKBP Akik Subki, Kasubdit III Ditintelkam Polda Jatim cukup menarik ketika menerima audiensi Ketua Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur yang baru terpilih, Abdul Muchid. Perwira menengah polisi itu memakai kopyah berlogo NU yang kini lagi ngetren.

Abah Muchid – panggilan akrab Abdul Muchid - yang hadir bersama Dr. KH. Husnul Khuluq, Em Mas’ud Adnan. dan Hj Nur Syamsiah, SE tentu saja senyum-senyum. Apalagi Akik Subki sangat familiar dan kocak seperti penceramah NU.

(Rombongan Pagar Nusa foto bersama dengan AKBP Akik Subki, Kasubdit III Ditintelkam Polda Jatim di Direktorat Intelkam Polda Jatim, Jumat (16/8/2019). Foto: BANGSAONLINE.com)

Akik Subki menemui Abah Muchid dan rombongan di ruang kerjanya di Polda Jatim, Jumat (16/8/2019). “Saya kalau nanti pensiun mau jadi Pembina Banser,” kata Akik Subki sembari tertawa. “Nama saya aslinya Subchi,” tambahnya menunjukkan bahwa namanya berasal dari bahasa Arab. 

Em Mas’ud Adnan langsung menukas. “Sebelum memulai saya mau komentar dulu tentang kopyahnya,” kata Em Mas’ud Adnan, Komisaris Utama HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com. “Saya kalah NU, apalagi saya tak pakai kopyah,” tambah Em Mas'ud Adnan yang alumnus Pesatren Tebuireng Jombang dan Pascasarjana Unair itu.

Akik Subki yang didampingi Kompol Wimbo terpingkal. Ia lalu bercerita bahwa pernah bertugas lama di Lirboyo Kediri. “Saya ini anak buahnya Gus Maksum,” ungkapnya. Yang dimaksud Gus Maksum adalah KH. Maksum Djauhari, cucu KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Gus Maksum dikenal sebagai pendiri Pencak Silat NU Pagar Nusa.

Akik Subki juga mengaku setiap bertugas di suatu daerah selalu bertemu wartawan HARIAN BANGSA. Ia bercerita ketika mengawali tugas di Situbondo. Menurut dia, saat mengawali tugas di Situbondo bertemu wartawan HARIAN BANGSA Situbondo.

“Pokoknya saya selalu bertemu dengan HARIAN BANGSA. Siapa nama wartawan HARIAN BANGSA yang di Situbondo,” katanya. Kini pembaca HARIAN BANGSA tidak hanya di Jawa Timur, tapi mulai meluas ke Jawa Tengah, terutama wilayah Kudus. 

Sementara Abah Muchid menegaskan tujuan audiensi dengan jajaran Polda Jatim selain untuk silaturahim juga ingin menjalin kerjasama ke depan. Komandan Satkornas Banser keempat itu menuturkan bahwa Pagar Nusa adalah banom NU paling lengkap. “Ada laki, perempuan, tua, dan muda yang tidak dibatasi usia,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa Pagar Nusa mewadahi semua aliran pencak silat. Karena itu jurusnya tak selalu seragam. “Hanya salam pembukanya aja yang seragam,” kata bendahara IPSI Jatim itu.

Sedang Husnul Huluq mengatakan bahwa Pagar Nusa sangat strategis sebagai patner kepolisian terutama dalam pengamanan NKRI. Menurut mantan ketua PCNU Gresik tiga periode itu, NKRI bagi NU harga mati. Jadi sesuai dengan visi kebangsaan Polri.

Mantan Sekda Gresik itu bercerita bahwa silat intinya adalah pengendalian jiwa. Ia bercerita saat belajar silat di tempat perguruan yang menaungi. Menurut dia, seorang murid tak langsung diajari silat. Tapi harus melalui proses pengendalian diri. “Selama 40 hari belum diajari silat,” katanya.

Menurut dia, selama 40 hari itu calon pesilat harus membersihkan hati dan jiwa dari unsur-unsur emosi, kebencian, dendam, dan sifat-sifat buruk lainnya. Dengan demikian ketika jadi pendekar ia rendah hati, tak mudah terpancing dan emosi.

Subki merespon semua yang disampaikan rombongan Abah Muchid. “Pokoknya semua aspirasi ini akan saya sampaikan kepada Bapak Kapolda,” kata Akik Subki. Ia mengaku senang dengan semua elemen organisasi dan pergerakan NU karena selalu bernuansa agama sehingga cenderung lebih santun dan berakhlaqul karimah. Ia mencontohkan organisasi buruh NU Sarbumusi. Begitu juga Pagar Nusa. Karena itu ia berharap Pagar Nusa bisa lebih solid dan sukses dalam menjalankan program-programnya ke depan. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...