Minggu, 15 September 2019 20:24

Crane Patah di Depan FKG Unej Timpa 3 Rumah dan 1 Korban Luka di Kepala

Senin, 12 Agustus 2019 14:25 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yudi Indrawan
Crane Patah di Depan FKG Unej Timpa 3 Rumah dan 1 Korban Luka di Kepala
Alat berat crane yang digunakan untuk membangun gedung kembar di depan FKG Unej patah, Senin siang (12/8/2019). Tempat kejadian perkara (TKP) sudah di-police line.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Alat berat crane yang digunakan untuk membangun gedung kembar di depan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember (Unej) patah dan menimpa tiga rumah warga di Lingkungan Tegal Boto, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Senin siang (12/8/2019).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu, juga mengakibatkan seorang warga bernama Sukari mengalami luka cukup serius di kepalanya. Diketahui korban saat itu sedang memperbaiki toilet rumah saat tertimpa alat berat crane tersebut.

"Kejadiannya tadi sekitar pukul 11 siang. Saya sedang di depan, dan bapak saya (Sukari) sedang memperbaiki toilet rumah," kata Fendy, anak korban saat dikonfirmasi wartawan.

Akibat tertimpa batang besi crane tersebut, Sukari mengalami luka di kepala. "Kepala bapak bocor (luka di kepala). Banyak darahnya, tadi langsung dibawa ke RS Patrang (RSD dr. Soebandi) sama banyak orang dan ditemani ibu," kata pria berumur 26 tahun itu.

Terkait kejadian tersebut, Fendy masih menunggu pertanggung jawaban dari pihak CV yang mengerjakan proyek pembangunan gedung. "Kejadiannya tadi berlangsung cepat, dan semoga ada penyelesaian yang baik," katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, pihak CV HK Nindya yang menggarap proyek pembangunan gedung kembar Unej itu enggan untuk dikonfirmasi. "Nanti dulu ya mas, masih diperiksa dan ada musibah ini," kata salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya itu.

Terkait peristiwa tersebut, bagian Humas Unej melalui Kasubag Humas Rohmat Hidayanto menyampaikan, bahwa terkait patahnya crane yang menimpa rumah warga itu, menjadi tanggung jawab pihak CV.

"Karena gedung integrated laboratory for plant and natural medicine dan gedung integrated laboratory for health science atau umum disebut gedung kembar itu, masih belum diserahkan kepada kami. Masih menjadi tanggung jawab CV," kata pria yang akrab dipanggil Dudung ini.

Bagaimana tanggung jawab terhadap korban dan rumah warga yang rusak? "Dari pihak CV nantinya akan dibahas secara kekeluargaan. Seperti apa dan bagaimana prosesnya. Pihak CV yang nanti menyampaikan," katanya. (jbr1/yud)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...