Jumat, 18 Oktober 2019 02:13

Kecewa Dengan Pangsa Pasar Tembakau di Pamekasan, Sukses Kembangkan Melon Golden

Senin, 05 Agustus 2019 22:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erri Sugianto
Kecewa Dengan Pangsa Pasar Tembakau di Pamekasan, Sukses Kembangkan Melon Golden
Ikramullah, Ketua Pemuda Tani Pamekasan saat di kebun Melon Golden Desa Cenlecen, Pakong, Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Melon Golden yang berasal dari lembah panas Persia dan dibudidayakan di Taiwan mulai mendapatkan tempat di Indonesia. Jenis buah ini mulai mendapatkan perhatian dari berbagai kelompok tani, meski harganya tergolong mahal.

Di Pamekasan, tepatnya di Dusun Cangkerangan Desa Cenlecen Kecamatan Pakong, buah Melon Golden ini juga mulai dikembangkan di lahan kering milik kelompok Pemuda Tani. 

Menurut Ikramullah, Ketua Pemuda Tani Pamekasan, Melon Golden ini mulai dibudidayakan sejak bulan 5 lalu. "Kami memulai menanam melon ini karena melihat tanaman tembakau saat ini sudah bukan menjadi tanaman yang menguntungkan seperti dulu lagi. Karena harganya tidak ada peningkatan, dan malah kadang-kadang merugikan," ujarnya, Senin (05/08/19) saat ditemui di kebun melon golden miliknya.

"Untuk itu kami punya inisiatif untuk.menanam Golden Melon, yang mempunyai nilai jual tinggi dan banyak manfaatnya. Harga satu kilo bisa mencapai 10 ribu kalau diambil para pengepul. Kalau di supermarket bisa sampai 15-20 ribu per kilo," ungkapnya.

Ikram melanjutkan, untuk sementara bibit Melon Golden itu didatangkan dari Banyuwangi lantaran di Pamekasan belum ada.

"Sementara untuk lahan kering ini, pengolahan tanahnya harus benar-benar gembur. Jadi saya nggak pakai traktor biasa, tetapi pakai cultivator cakar baja," ungkapnya.

"Sedangkan untuk menaikkan PH tanah, kita menggunakan pengapuran, karena di sini agak rendah. Butuh minimal 6 PH atau udah 6,5 baru pemasangan mulsa plastik untuk menutupi lahan yang akan ditanami," urainya.

Menurutnya, Melon Golden bisa dipanen setelah umur 65 hari. Jadi lebih cepat dari tanaman tembakau yang panen sampai 3 bulan. Selain itu harga dan keuntungannya lebih tinggi dari daun tembakau.

Ikram berharap, ke depan pemerintah setempat bisa membantu pengembangan dan pemasaran Melon Golden. "Karena saat ini kita menjual ke pengepul. Tetapi kalau pemasarannya bisa langsung masuk ke supermarket sendiri, nilai jualnya bisa lebih besar lagi," pungkasnya. (err/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 18 Oktober 2019 01:53 WIB
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Komunitas Mahasiswa Generasi Bari Indonesia (GenBI) Jember melakukan penanaman terumbu karang di laut dangkal objek wisata Pasir Putih Situbondo, Kamis (17/10).Selain itu, komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank ...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...