Selasa, 07 Juli 2020 19:55

Kecewa Dengan Pangsa Pasar Tembakau di Pamekasan, Sukses Kembangkan Melon Golden

Senin, 05 Agustus 2019 22:50 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Erri Sugianto
Kecewa Dengan Pangsa Pasar Tembakau di Pamekasan, Sukses Kembangkan Melon Golden
Ikramullah, Ketua Pemuda Tani Pamekasan saat di kebun Melon Golden Desa Cenlecen, Pakong, Pamekasan.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Melon Golden yang berasal dari lembah panas Persia dan dibudidayakan di Taiwan mulai mendapatkan tempat di Indonesia. Jenis buah ini mulai mendapatkan perhatian dari berbagai kelompok tani, meski harganya tergolong mahal.

Di Pamekasan, tepatnya di Dusun Cangkerangan Desa Cenlecen Kecamatan Pakong, buah Melon Golden ini juga mulai dikembangkan di lahan kering milik kelompok Pemuda Tani. 

Menurut Ikramullah, Ketua Pemuda Tani Pamekasan, Melon Golden ini mulai dibudidayakan sejak bulan 5 lalu. "Kami memulai menanam melon ini karena melihat tanaman tembakau saat ini sudah bukan menjadi tanaman yang menguntungkan seperti dulu lagi. Karena harganya tidak ada peningkatan, dan malah kadang-kadang merugikan," ujarnya, Senin (05/08/19) saat ditemui di kebun melon golden miliknya.

"Untuk itu kami punya inisiatif untuk.menanam Golden Melon, yang mempunyai nilai jual tinggi dan banyak manfaatnya. Harga satu kilo bisa mencapai 10 ribu kalau diambil para pengepul. Kalau di supermarket bisa sampai 15-20 ribu per kilo," ungkapnya.

Ikram melanjutkan, untuk sementara bibit Melon Golden itu didatangkan dari Banyuwangi lantaran di Pamekasan belum ada.

"Sementara untuk lahan kering ini, pengolahan tanahnya harus benar-benar gembur. Jadi saya nggak pakai traktor biasa, tetapi pakai cultivator cakar baja," ungkapnya.

"Sedangkan untuk menaikkan PH tanah, kita menggunakan pengapuran, karena di sini agak rendah. Butuh minimal 6 PH atau udah 6,5 baru pemasangan mulsa plastik untuk menutupi lahan yang akan ditanami," urainya.

Menurutnya, Melon Golden bisa dipanen setelah umur 65 hari. Jadi lebih cepat dari tanaman tembakau yang panen sampai 3 bulan. Selain itu harga dan keuntungannya lebih tinggi dari daun tembakau.

Ikram berharap, ke depan pemerintah setempat bisa membantu pengembangan dan pemasaran Melon Golden. "Karena saat ini kita menjual ke pengepul. Tetapi kalau pemasarannya bisa langsung masuk ke supermarket sendiri, nilai jualnya bisa lebih besar lagi," pungkasnya. (err/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...