Rabu, 27 Mei 2020 00:53

Banggar DPRD Kota Mojokerto Ingatkan Wali Kota agar Lalui Tahapan

Senin, 05 Agustus 2019 20:27 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Banggar DPRD Kota Mojokerto Ingatkan Wali Kota agar Lalui Tahapan
Sulistiyowati.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pembahasan APBD di setiap tahapan harus dilalui agar tidak menjadi atensi KPK. Demikian disampaikan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Mojokerto. Legislator ini mengingatkan Wali Kota.

“Saat ini perhatian Komisi Pemberatasan Korupsi telah fokus terhadap sisi pendapatan, bukan lagi sisi belanja. Artinya pos-pos belanja yang digunakan untuk membiayai pos-pos pendapatan harus diperhatikan secara serius,” kata juru bicara Banggar DPRD Kota Mojokerto Sulistiyowati saat rapat paripurna penyampaian hasil pembahasan dokumen Kebijakan Umum APBD (KUA) 2020 dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2020.

Pemerintah Kota, menurut Banggar, harus mampu menyeimbangkan pengalokasian belanja daerah, yaitu antara belanja yang bersifat pemenuhan pelayanan dasar dan mandatory spending, dengan belanja yang sifatnya mendatangkan pendapatan (revenue). Pemerintah Kota juga harus mampu secara kreatif menciptakan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada penghasilan daerah.

Soal sisi belanja yang diharapkan mendatangkan revenue itu, Banggar menyinggung perusahaan-perusahaan daerah yang masih mendapatkan penyertaan modal, namun tidak mendatangkan keuntungan, termasuk pemungutan pajak dan pemungutan retribusi daerah.

Agar tak jadi bidikan KPK, Banggar menyarankan agar Pemkot mampu menyeimbangkan pengalokasian belanja daerah, yakni antara belanja yang bersifat pemenuhan pelayanan dasar dan mandatory spending, dengan belanja yang sifatnya mendatangkan pendapatan (revenue).

“Pemkot harus mampu secara kreatif menciptakan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada penghasilan daerah,” ujar Sulistiyowati lebih lanjut.

Selain soal pantauan KPK, Banggar juga menyinggung janji-janji politik Wali Kota yang baru menjabat enam bulan silam itu. Ini lantaran didapati inkonsistensi dalam fokus dan tema pembangunan.

“Pembangunan fokus pada pemerataan dan kualitas pembangunan infrastruktur, sementara tema lebih menekankan pada peningkatan sumber daya manusia. Prioritas pembangunan yang ditetapkan dalam RKPD belum nampak jelas pembiayaannya dalam KUA PPAS. Sehingga belum mampu menunjukkan fokus pembangunan yang digunakan dalam menerjemahkan janji-janji politik Wali Kota,” tandas Sulistiyowati. (yep) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...