Peluncuran inovasi digital dalam rangka mendukung pengendalian inflasi daerah di Kota Mojokerto.
KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Pemkot Mojokerto menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga, dan ketahanan pangan di Kota Mojokerto, khususnya menghadapi meningkatnya kebutuhan masyarakat di akhir tahun.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan agenda strategis yang harus diupayakan bersama. Menurut dia, langkah ini bukan sekadar mandat pemerintah pusat, melainkan wujud nyata pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pengendalian inflasi itu memang merupakan hal yang strategis yang harus kita upayakan dan ikhtiarkan bersama-sama. Tidak hanya karena ini sebuah mandatori, tetapi memang wujud ikhtiar kita untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, stabilitas harga sangat berpengaruh terhadap daya beli dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan harga yang terkendali, ekonomi daerah dapat tetap stabil dan tumbuh positif.
Lebih lanjut, kepala daerah yang akrab disapa Ning Ita itu menyatakan Pemkot Mojokerto konsisten menerapkan strategi 4K dalam pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Untuk menjaga keterjangkauan harga, pihaknya telah membentuk Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di 18 kelurahan yang bersinergi dengan Bulog dalam distribusi sembako.
Selain itu, sejak periode pertama kepemimpinannya, Ning Ita juga membentuk 18 TPID Peracangan sebagai pengecer bahan pokok, sehingga terdapat 36 titik intervensi harga di tingkat kelurahan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




