Rabu, 12 Agustus 2020 21:52

Polres Kediri Gerebek Pesta Seks Threesome di Panti Pijat dan Spa

Jumat, 02 Agustus 2019 13:10 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Arif Kurniawan
Polres Kediri Gerebek Pesta Seks Threesome di Panti Pijat dan Spa
Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton menunjukkan barang bukti dan tersangka pemilik panti pijat. foto: Arif Kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Polres Kediri menggerebek tempat prostitusi dengan kedok massage dan spa. Saat digerebek, 2 terapis yang diketahui masih di bawah umur sedang melayani 1 pria hidung belang.

Penggerebekan tempat pijat dan spa ini berdasarkan informasi masyarakat, jika di salah satu tempat massage dan spa di Kabupaten Kediri melayani pijat plus plus.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas langsung melakukan penggerebekan. Hasilnya, di salah satu kamar diketahui SB (17) asal kelurahan Tulungrejo Kecamatan Pare dan ME (18) warga Desa Gogorante Kecamatan Ngasem sedang melayani threesome (seks bertiga) dengan seorang pria salah satu tamu.

Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan Lyan Permata Putra (32) warga Perum Wilis Indah Kelurahan Mojoroto Kota Kediri sebagai pemilik tempat massage dan spa.

Dalam menjalankan terapis, selain melayani pijat juga melayani prostitusi dengan tarif yang beragam. Untuk handjob Rp 250 ribu, blowjob Rp 300 ribu, dan fulljob Rp 500 ribu.

“Tarifnya bervariasi, mulai 250 ribu sampai paling mahal 500 ribu,” ungkap Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton, Jumat (2/8).

Dari penggerebekan, diamankan di antaranya, cream pijat, sprei, kondom, sejumlah uang Rp 984 ribu.

Sementara itu, Lyan mengaku menjalankan bisnis pijat plus-plus baru 1 bulan terakhir. “Baru sekitar satu bulanan buka tempat pijat itu,” akuinya.

Disinggung adanya terapis yang masih di bawah umur, Lyan mengaku awalnya tidak tahu menahu, karena saat melamar mengaku sudah bersuami. “Yang usia 18 saat melamar mengaku sudah bersuami, sementara yang usia 16 tahun menyerahkan KTP palsu,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku Lyan akan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara. (rif/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...