Selasa, 11 Agustus 2020 13:03

Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar Masih Stabil

Kamis, 01 Agustus 2019 14:19 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar Masih Stabil
Suasana di Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar tampak lengang.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - 10 hari menjelang hari raya Idul Adha, harga hewan kurban sapi di Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar masih stabil. Belum ada kenaikan harga maupun kenaikan permintaan. Bahkan sejumlah pedagang justru mengeluhkan sepinya pembeli. Berbeda dengan hari raya Idul Adha sebelumnya.

"Biasanya H-10 seperti ini sudah ramai. Dari kantor-kantor biasanya sudah datang untuk cari sapi. Kalau tahun ini belum ada," ungkap Sikan (46) pedagang sapi di pasar hewan Dimoro Kota Blitar, Kamis (1/8/2019).

Sikan mengatakan, sepinya permintaan itu yang menjadi faktor harga sapi belum mengalami kenaikan. Saat ini para pedagang masih menjual sapi dengan harga normal. Yakni di kisaran Rp 18 juta per ekor. Itu untuk sapi jantan jenis limusin, simental, dan bligon. Usia sapi antara dua tahun sampai lima tahun.

"Harga juga masih normal karena permintaan kan juga belum terlalu ramai. Hari ini saya bawa empat ekor, baru laku satu ekor," imbuhnya.

Dia memperkirakan pembeli mulai ramai mencari hewan kurban lima hari sebelum hari raya. Seiring dengan naiknya permintaan, harganya juga akan naik mulai Rp 500.000 sampai Rp 1 juta per ekor.

"Biasanya kurang lima hari harga dan penjualannya mulai naik. Tapi juga tidak terlalu banyak," paparnya.

Pedagang lain, Jemadi mengatakan sekarang ini ada pergeseran cara pembelian hewan kurban oleh masyarakat. Pembeli hewan kurban saat ini tidak langsung membawa sapi yang sudah dibeli. Mereka menitipkan sapi ke pedagang dan akan diambil saat hari H penyembelihan.

"Pedagang sekarang ya sedikit repot. Karena pedagang harus menanggung biaya pakan untuk sapi sebelum diambil pembelinya," jelasnya.

Terpisah, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar Dewi Masitoh mengimbau ke masyarakat agar pandai memilih hewan kurban. Hewan yang dipakai untuk kurban harus sehat, tidak cacat dan cukup umur, minimal berusia dua tahun untuk sapi dan satu tahun untuk kambing.

Dia juga menganjurkan ke masyarakat agar membeli hewan jantan untuk kurban. Kalaupun membeli hewan betina harus yang sudah tidak produktif. "Kalau betina harus dilakukan pemeriksaan kebuntingan dulu," pungkasnya. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...