Selasa, 12 November 2019 22:31

​Angka Kekerasan Seksual Pada Anak di Pamekasan Masih Tinggi

Kamis, 25 Juli 2019 23:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
​Angka Kekerasan Seksual Pada Anak di Pamekasan Masih Tinggi
Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pamekasan masih cukup tinggi. Tercatat pada tahun 2018 ada sebanyak 48 kasus dari berbagai jenis dan bentuk kekerasan terhadap anak di bawah umur. Sedangkan 2019 ada 9 kasus.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih.

”Untuk kekerasan seksual yang sudah dilaporkan ke pihak polisi ada 15 kasus,” ujar wanita yang juga sebagai wakil dekan II di IAIN Madura. Kamis (25/07/19) di ruang kerjanya.

Umi mengungkapkan, ada 5 kasus kekerasan seksual anak di bawah umur yang diselesaikan secara kekeluargaan.

”Walaupun itu sebenarnya tidak boleh, dan harus diselesaikan secara hukum. Tapi kalau sudah dari masing-masing keluarga sepakat menutup kasus ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Umi membeberkan, ada juga 1 kasus eksploitasi pada anak, 7 kasus penelantaran anak, 1 pencurian yang pelakunya masih anak di bawah umur, dan 11 kasus kekerasan rumah tangga yang korbannya anak, 5 psikis anak, terakhir ada 8 kekerasan fisik yang dilakukan pada anak-anak.

“Dan itu semua sudah terlapor ke pihak Kepolisian dan juga sudah ditangani mas,” tegasnya.

Sedangkan pada tahun 2019 untuk kasus yang terjadi pada anak di bawah umur ada 9 kasus yang ia terima masih mentah. Di antaranya kasus pemerkosaan, kekerasaan seksual dan penganiayaan pada anak.

Ia berharap kepada para orang tua untuk selalu memantau anak-anaknya, dan mengarahkan kepada hal-hal yang positif.

”Untuk menghindari adanya kekerasan pada anak, kita harus intens menjaga dan memantaunya. Kalau perlu anak-anak kita dimasukkan ke Pondok Pesantren biar aman,” pungkasnya. (err/ian)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Sabtu, 02 November 2019 09:18 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...