Rabu, 29 Januari 2020 17:45

​Angka Kekerasan Seksual Pada Anak di Pamekasan Masih Tinggi

Kamis, 25 Juli 2019 23:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
​Angka Kekerasan Seksual Pada Anak di Pamekasan Masih Tinggi
Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pamekasan masih cukup tinggi. Tercatat pada tahun 2018 ada sebanyak 48 kasus dari berbagai jenis dan bentuk kekerasan terhadap anak di bawah umur. Sedangkan 2019 ada 9 kasus.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih.

”Untuk kekerasan seksual yang sudah dilaporkan ke pihak polisi ada 15 kasus,” ujar wanita yang juga sebagai wakil dekan II di IAIN Madura. Kamis (25/07/19) di ruang kerjanya.

Umi mengungkapkan, ada 5 kasus kekerasan seksual anak di bawah umur yang diselesaikan secara kekeluargaan.

”Walaupun itu sebenarnya tidak boleh, dan harus diselesaikan secara hukum. Tapi kalau sudah dari masing-masing keluarga sepakat menutup kasus ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Umi membeberkan, ada juga 1 kasus eksploitasi pada anak, 7 kasus penelantaran anak, 1 pencurian yang pelakunya masih anak di bawah umur, dan 11 kasus kekerasan rumah tangga yang korbannya anak, 5 psikis anak, terakhir ada 8 kekerasan fisik yang dilakukan pada anak-anak.

“Dan itu semua sudah terlapor ke pihak Kepolisian dan juga sudah ditangani mas,” tegasnya.

Sedangkan pada tahun 2019 untuk kasus yang terjadi pada anak di bawah umur ada 9 kasus yang ia terima masih mentah. Di antaranya kasus pemerkosaan, kekerasaan seksual dan penganiayaan pada anak.

Ia berharap kepada para orang tua untuk selalu memantau anak-anaknya, dan mengarahkan kepada hal-hal yang positif.

”Untuk menghindari adanya kekerasan pada anak, kita harus intens menjaga dan memantaunya. Kalau perlu anak-anak kita dimasukkan ke Pondok Pesantren biar aman,” pungkasnya. (err/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 25 Januari 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluark...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...