Selasa, 17 September 2019 12:22

​Angka Kekerasan Seksual Pada Anak di Pamekasan Masih Tinggi

Kamis, 25 Juli 2019 23:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
​Angka Kekerasan Seksual Pada Anak di Pamekasan Masih Tinggi
Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pamekasan masih cukup tinggi. Tercatat pada tahun 2018 ada sebanyak 48 kasus dari berbagai jenis dan bentuk kekerasan terhadap anak di bawah umur. Sedangkan 2019 ada 9 kasus.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Pamekasan, Umi Supraptiningsih.

”Untuk kekerasan seksual yang sudah dilaporkan ke pihak polisi ada 15 kasus,” ujar wanita yang juga sebagai wakil dekan II di IAIN Madura. Kamis (25/07/19) di ruang kerjanya.

Umi mengungkapkan, ada 5 kasus kekerasan seksual anak di bawah umur yang diselesaikan secara kekeluargaan.

”Walaupun itu sebenarnya tidak boleh, dan harus diselesaikan secara hukum. Tapi kalau sudah dari masing-masing keluarga sepakat menutup kasus ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ungkapnya.

Selanjutnya, Umi membeberkan, ada juga 1 kasus eksploitasi pada anak, 7 kasus penelantaran anak, 1 pencurian yang pelakunya masih anak di bawah umur, dan 11 kasus kekerasan rumah tangga yang korbannya anak, 5 psikis anak, terakhir ada 8 kekerasan fisik yang dilakukan pada anak-anak.

“Dan itu semua sudah terlapor ke pihak Kepolisian dan juga sudah ditangani mas,” tegasnya.

Sedangkan pada tahun 2019 untuk kasus yang terjadi pada anak di bawah umur ada 9 kasus yang ia terima masih mentah. Di antaranya kasus pemerkosaan, kekerasaan seksual dan penganiayaan pada anak.

Ia berharap kepada para orang tua untuk selalu memantau anak-anaknya, dan mengarahkan kepada hal-hal yang positif.

”Untuk menghindari adanya kekerasan pada anak, kita harus intens menjaga dan memantaunya. Kalau perlu anak-anak kita dimasukkan ke Pondok Pesantren biar aman,” pungkasnya. (err/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...