Dialog Pelibatan Civitas Academica Dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Universitas Jember (Unej).
“Sehingga dengan penyebaran yang dilakukan itu tidak hanya di salah satu perguruan tinggi saja. Tidak hanya Unej, di perguruan tinggi lain pun juga bisa. Sehingga (sebagai langkah antisipasi), karena kampus tidak hanya tempat pendidikan formal, maka (pihak kampus) harus memiliki muatan-muatan proteksi dari pemikiran-pemikiran radikal,” katanya.
“Artinya tidak hanya pendidikan formal, kuliah, belajar pulang, atau istilahnya ilmu dunia. Juga harus punya visi untuk melindungi negara ini dari paham-paham seperti itu. Karena banyak ditemukan, (penyebar paham radikal) ada yang masih aktif (kuliah), ada yang sudah keluar, kemudian melalui kampus, senior, ataupun medsos itu,” sebutnya.
Bahkan si penyebar paham radikal ini, katanya, tidak hanya ditentukan dari jenis kelamin. “Tidak hanya laki-laki saja. Bahkan banyak perempuan yang menyebarkan paham radikal pada laki-lakinya,” imbuhnya.
Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Direktur Pencegahan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Brigjen Pol Hamli menyampaikan, dengan adanya penyebaran paham radikalisme di wilayah kampus, maka yang perlu ditekankan adalah bagaimana caranya mengajak civitas akademica itu, untuk ikut menjaga.
“Minimal dari kampusnya sendiri. Secara internal. Kemudian BNPT ini, hanya memberikan asistensi kepada pihak kampus,” katanya.
“Karena mereka (pihak kampus) yang lebih tahu (kondisi wilayahnya), kami hanya memberikan clue-cluenya. Jadi di sini loh pak (tempat rawan penyebaran paham radikalisme itu). Sehingga kita koordinasi bersama,” sambungnya. (jbr1/yud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




