Selasa, 26 Mei 2020 08:03

Ngaku Cacat, Karier Politiknya Selesai, Ahok: ...Di Gereja Semua Lihatin Saya Kayak Orang Sesat

Senin, 22 Juli 2019 15:11 WIB
Editor: Tim
Ngaku Cacat, Karier Politiknya Selesai, Ahok: ...Di Gereja Semua Lihatin Saya Kayak Orang Sesat
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). foto: Warta Ekonomi

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang akrab dipanggil Ahok akhirnya mengakui bahwa karir politiknya sudah habis. Karena mayoritas orang beragama sudah mencap dirinya sebagai penista agama.

Menurut dia, beberapa warga kelas menengah, terutama ibu-ibu, juga marah lantaran dia bercerai dengan Veronica Tan dan menikah lagi dengan Puput Nastiti Devi. "Jadi, ya sudah sebetulnya sudah selesai (karier politik saya). Saya kalau di gereja semua lihatin saya kayak orang sesat," ujar Ahok saat menyampaikan pidato pada acara Roosseno Award IX-2019 di Roosseno Plaza, Jakarta Selatan, Senin siang (22/7/2019), seperti dikutip Tempo.

Pernikahan kedua Ahok berlangsung pada 25 Januari 2019, sehari setelah bebas dari penjara. Ia menikah lagi dengan Puput Nastiti Devi yang beragama Islam, namun istri barunya itu kemudian masuk Katolik.

Bahkan seusai acara Ahok sempat mengatakan bahwa tak mungkin jadi menteri. "Saya tidak mungkin jadi menteri, saya kan sudah cacat di Republik ini. Bukan pesimis, tapi saya memberi tahu fakta dan kenyataan," kata Ahok usai acara tersebut seperti dikutip Kontan.co.id. 

Ketika mengawali pidato, Ahok mengaku masih memiliki beban yakni membantu orang miskin. Tapi Ahok mengaku sudah tak bisa lagi melanjutkan karier politiknya sebagai seorang pejabat. "Saya, sudah selesai karier politik saya sebetulnya. Orang mayoritas beragama sudah mencap saya menista," kata Ahok yang menghadiri Roosseno Award IX-2019 didampingi istrinya, Puput Nastiti Devi.

Ia memang baru keluar dari penjara. Ia dihukum 2 tahun penjara karena dinilai terbukti penistaan agama setelah dia menyitir Surat Al-Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu pada 2016.

Ahok mengatakan ada pihak yang menggunakan isi surat Alquran agar masyarakat tidak memilih dirinya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Dia pun dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan harus mendekam di penjara Mako Brimob selama 2 tahun.

Ahok mengaku tetap ingin membantu rakyat dengan caranya sendiri. Ia mengatakan ingin menjadi pembawa acara di stasiun televisi. "Host saya jangan ditahan-tahan lagi, jadi host, ya ngelawak lah, saya nyanyi agak lumayan, lah," kata Ahok. Ia memang sempat dikabarkan akan mengisi acara Talk Show Metro TV dengan judul BTP Menjawab. 

Sebelumnya, pakar tata Negara Prof Dr Mahfud MD juga menyatakan bahwa Ahok sudah tak bisa lagi menjadi capres, cawapres dan menteri. “Tidak bisa (mencalonkan) kalau untuk presiden dan wakil presiden, karena dia (Ahok) dihukum dua tahun, dalam satu tindak pidana yang diancam dengan lima tahun atau lebih, itu sudah pasti tidak bisa. Jadi menteri juga tidak bisa,” kata Mahfud MD dalam tayangan Aiman Kompas TV yang dipublikasikan Youtube, 2018, silam.

Namun Mahfud menambahkan, Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki vonis tertentu untuk pemilihan kepala daerah (pilkada). Vonis MK dahulu menyatakan bahwa orang yang sudah keluar dari tahanan bisa mencalonkan diri. Kini keputusan MK tersebut telah tertuang dalam UU Pilkada yang menyebutkan bahwa terdakwa yang keluar tahanan harus mengakui dirinya pernah menjadi mantan tahanan tanpa dibatasi waktu lama tahanan oleh MK. 

Namun, kata Mahfud, keputusan MK tersebut tidak berlaku bagi capres, cawapres maupun menteri. “Presiden, wakil presiden, menteri tidak bisa karena undang-undangnya berbeda dan setiap pengujian MK itu hanya berlaku untuk undang-undang yang bersangkutan,” kata Mahfud MD.

Nama Ahok sempat mencuat lagi setelah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Ahok pantas masuk kabinet kerja Presiden terpilih Joko Widodo. PSI berpendapat posisi menteri-menteri haruslah diisi oleh orang yang berkompeten, dan Ahok masuk kriteria itu.

"PSI dan saya sendiri pribadi mengenal beliau (Ahok) adalah pekerja baik yang sangat kompeten," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI DKI Jakarta Rian Ernest di kantor DPP PSI, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa 16 Juli 2019. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...