Senin, 20 Januari 2020 13:38

Kunjungan Wisata Jeblok, Ekonomi Lesu

Kamis, 18 Juli 2019 14:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Kunjungan Wisata Jeblok, Ekonomi Lesu
Budi Hartoko, Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan. foto: YUNIARDI SUTONDO/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Target kunjungan wisata di Pacitan sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) cukup berat bagi Disparpora setempat untuk direalisasikan. Padahal, jumlah kunjungan itu berbanding positif dengan pendapatan.

"Jumlah kunjungan ini sebagai indikator penentu besar kecilnya pendapatan. Atau bahkan, dengan tingginya kunjungan wisata akan memunculkan efek domino terhadap roda perekonomian masyarakat," ujar Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan, Budi Hartoko, Kamis (18/7).

Menurut pejabat yang karib disapa dengan Hartoko ini, hingga awal Juli lalu jumlah kunjungan wisatawan ke Pacitan masih di angka 738.267 orang dari yang ditargetkan sebesar 2,3 juta. "Tentu ini PR yang tak bisa disepelekan dan harus bersama diurai. Bukan hanya pemerintah, namun semua stakeholder yang ada juga harus bersinergi menyikapinya," terangnya.

Banyak faktor yang memengaruhi animo wisatawan terus merosot dalam kurun waktu satu semester ini. Di antaranya, banyaknya momen-momen strategis yang mestinya menjadi high season kunjungan wisata, akan tetapi menjadi tak maksimal akibat dipengaruhi beberapa faktor. Selain itu, Hartoko juga menyebut dari 9 obyek wisata yang dikelola pemkab, mayoritas merupakan obyek wisata pantai.

"Setidaknya kita juga harus ikut memikirkan potensi wisatawan lokal, agar bagaimana mereka bisa datang berkunjung ke pantai dengan biaya murah namun ada dampak lain yang bisa mendorong perkembangan perekonomian masyarakat. Salah satunya penyediaan sarpras yang memadai serta pembebasan retribusi masuk ke kawasan pantai," jelasnya.

Lantas dari mana daerah akan bisa mendapatkan hasil seandainya tidak adanya retribusi tiket masuk ke kawasan pantai? Menurut Hartoko, animo wisatawan merupakan salah satu indikator mendasar untuk bisa mendongkrak pendapatan.

"Itulah perlunya penyediaan sarpras yang lebih dan sangat dibutuhkan pengunjung. Dan yang paling utama, bagaimana pemerintah juga bisa memikirkan dampak ekonomi dari masyarakat di sekitar kawasan. Dengan banyaknya pengunjung, tentu mereka juga akan bisa memetik rezeki. Ini yang menjadi mindset kami agar secara perlahan kita bisa merubah image seperti itu," harapnya. (yun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 18 Januari 2020 12:20 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...