Selasa, 11 Agustus 2020 05:13

Kunjungan Wisata Jeblok, Ekonomi Lesu

Kamis, 18 Juli 2019 14:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Kunjungan Wisata Jeblok, Ekonomi Lesu
Budi Hartoko, Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan. foto: YUNIARDI SUTONDO/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Target kunjungan wisata di Pacitan sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) cukup berat bagi Disparpora setempat untuk direalisasikan. Padahal, jumlah kunjungan itu berbanding positif dengan pendapatan.

"Jumlah kunjungan ini sebagai indikator penentu besar kecilnya pendapatan. Atau bahkan, dengan tingginya kunjungan wisata akan memunculkan efek domino terhadap roda perekonomian masyarakat," ujar Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan, Budi Hartoko, Kamis (18/7).

Menurut pejabat yang karib disapa dengan Hartoko ini, hingga awal Juli lalu jumlah kunjungan wisatawan ke Pacitan masih di angka 738.267 orang dari yang ditargetkan sebesar 2,3 juta. "Tentu ini PR yang tak bisa disepelekan dan harus bersama diurai. Bukan hanya pemerintah, namun semua stakeholder yang ada juga harus bersinergi menyikapinya," terangnya.

Banyak faktor yang memengaruhi animo wisatawan terus merosot dalam kurun waktu satu semester ini. Di antaranya, banyaknya momen-momen strategis yang mestinya menjadi high season kunjungan wisata, akan tetapi menjadi tak maksimal akibat dipengaruhi beberapa faktor. Selain itu, Hartoko juga menyebut dari 9 obyek wisata yang dikelola pemkab, mayoritas merupakan obyek wisata pantai.

"Setidaknya kita juga harus ikut memikirkan potensi wisatawan lokal, agar bagaimana mereka bisa datang berkunjung ke pantai dengan biaya murah namun ada dampak lain yang bisa mendorong perkembangan perekonomian masyarakat. Salah satunya penyediaan sarpras yang memadai serta pembebasan retribusi masuk ke kawasan pantai," jelasnya.

Lantas dari mana daerah akan bisa mendapatkan hasil seandainya tidak adanya retribusi tiket masuk ke kawasan pantai? Menurut Hartoko, animo wisatawan merupakan salah satu indikator mendasar untuk bisa mendongkrak pendapatan.

"Itulah perlunya penyediaan sarpras yang lebih dan sangat dibutuhkan pengunjung. Dan yang paling utama, bagaimana pemerintah juga bisa memikirkan dampak ekonomi dari masyarakat di sekitar kawasan. Dengan banyaknya pengunjung, tentu mereka juga akan bisa memetik rezeki. Ini yang menjadi mindset kami agar secara perlahan kita bisa merubah image seperti itu," harapnya. (yun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...