Sabtu, 15 Mei 2021 15:42

Kunjungan Wisata Jeblok, Ekonomi Lesu

Kamis, 18 Juli 2019 14:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Kunjungan Wisata Jeblok, Ekonomi Lesu
Budi Hartoko, Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan. foto: YUNIARDI SUTONDO/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Target kunjungan wisata di Pacitan sepertinya masih menjadi pekerjaan rumah (PR) cukup berat bagi Disparpora setempat untuk direalisasikan. Padahal, jumlah kunjungan itu berbanding positif dengan pendapatan.

"Jumlah kunjungan ini sebagai indikator penentu besar kecilnya pendapatan. Atau bahkan, dengan tingginya kunjungan wisata akan memunculkan efek domino terhadap roda perekonomian masyarakat," ujar Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan, Budi Hartoko, Kamis (18/7).

Menurut pejabat yang karib disapa dengan Hartoko ini, hingga awal Juli lalu jumlah kunjungan wisatawan ke Pacitan masih di angka 738.267 orang dari yang ditargetkan sebesar 2,3 juta. "Tentu ini PR yang tak bisa disepelekan dan harus bersama diurai. Bukan hanya pemerintah, namun semua stakeholder yang ada juga harus bersinergi menyikapinya," terangnya.

Banyak faktor yang memengaruhi animo wisatawan terus merosot dalam kurun waktu satu semester ini. Di antaranya, banyaknya momen-momen strategis yang mestinya menjadi high season kunjungan wisata, akan tetapi menjadi tak maksimal akibat dipengaruhi beberapa faktor. Selain itu, Hartoko juga menyebut dari 9 obyek wisata yang dikelola pemkab, mayoritas merupakan obyek wisata pantai.

BACA JUGA : 

Soal Pemberian Keringanan Kredit, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pacitan Serahkan ke Perbankan

Harga Gula Pasir Kemasan Tembus Rp 22 Ribu per Kilogram

Bupati Pacitan Perintahkan Sekda Konsultasi ke Pemprov Soal Kebijakan Ekonomi di Tengah Wabah Covid

Akibat Wabah Corona, Satu Hotel di Pacitan ini Pilih Tutup Sampai 5 April

"Setidaknya kita juga harus ikut memikirkan potensi wisatawan lokal, agar bagaimana mereka bisa datang berkunjung ke pantai dengan biaya murah namun ada dampak lain yang bisa mendorong perkembangan perekonomian masyarakat. Salah satunya penyediaan sarpras yang memadai serta pembebasan retribusi masuk ke kawasan pantai," jelasnya.

Lantas dari mana daerah akan bisa mendapatkan hasil seandainya tidak adanya retribusi tiket masuk ke kawasan pantai? Menurut Hartoko, animo wisatawan merupakan salah satu indikator mendasar untuk bisa mendongkrak pendapatan.

"Itulah perlunya penyediaan sarpras yang lebih dan sangat dibutuhkan pengunjung. Dan yang paling utama, bagaimana pemerintah juga bisa memikirkan dampak ekonomi dari masyarakat di sekitar kawasan. Dengan banyaknya pengunjung, tentu mereka juga akan bisa memetik rezeki. Ini yang menjadi mindset kami agar secara perlahan kita bisa merubah image seperti itu," harapnya. (yun/rev)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa maksud...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...